Berita > Seputar TKI
Sempat Tertahan 9 Tahun di Suriah, PMI Asal Indramayu Dipulangkan
02 Jun 2019 23:57:02 WIB | Juwarih | dibaca 801
Ket: Kana, Ketua SBMI Indramayu, Juwarih. Tengah, PMI a.n Mariya dan Kiri, Ike Nurjanah, anak Mariya di kediamannya PMI di Blok Mangir, Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (2/6/2019).
Foto: SBMI Indramayu
Indramayu, LiputanBMI - Sempat tertahan selama 9 tahun tidak bisa pulang saat bekerja di Suriah, akhirnya seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu berhasil dibantu dan difasilitasi kepulangannya oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, pada Sabtu 1 Juni 2019.

PMI tersebut bernama Mariya binti Asirin Damburi (48), warga Blok Mangir, RT 003, RW. 005, Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Alhamdulillah akhirnya saya bisa pulang dan merayakan lebaran bersama keluarga," ucap Mariya saat ditemui LiputanBMI di kediamannya di Sliyeg, Indramayu, pada Minggu, 2 Juni 2019.

Mariya mengatakan, dirinya tidak bisa pulang selama 9 tahun disebabkan perlakuan sang majikan tidak baik terhadap dirinya yang selalu tidak mengizinkan pulang dan menahan sisa gajinya.

Di Suriah, Mariya bekerja pada majikan bernama Fared Al-Nokare dan istrinya bernama Umayah tinggal di Damaskus sejak 25 Oktober 2008.

"Berkat bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus saya bisa pulang," kata ibu beranak satu tersebut.

Melalui pemberitaan ini, Mariya pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah turut serta membantu kepulangannya hingga sampai ke kampung halaman.

"Terima kasih untuk pak Kholik, pegawai KBRI Suriah yang sudah peduli dan perhatian terhadap para PMI bermasalah, terutama telah membantu saya sejak dari rumah majikan sampai ke rumah saya di Indramayu," ucapannya.

Diketahui, pada 17 Maret 2019, Ike Nurjanah, anak semata wayang Mariya menyampaikan pengaduan terkait permasalahan ibunya ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu.

SBMI Indramayu meneruskan pengaduan Ike Nurjanah ke pihak KBRI Suriah. Kemudian oleh pihak KBRI merespon dan menindaklanjuti dengan membawa Mariya ke Shelter KBRI Damaskus.

Kurang lebih dua bulan berada di Shelter KBRI Suriah, kemudian Mariya dan beberapa teman PMI bermasalah dipulangkan ke Indonesia, pada Kamis 30 Mei 2019 dan tiba di kampung halaman di Indramayu pada, Sabtu (1/6/2019).
(JWR/IYD, 02/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-