Berita > Seputar TKI
Berkat Jaminan Kantor Pengacara, PMI Asal Pandeglang Bisa Dipulangkan dari Dubai
22 May 2019 00:41:03 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 902
Ket: Aldila Warganda SH (kiri) dan Rheno Halomoan Setjo SH yang menjadi penjamin kepulangan Ratih (kerudung). TKW yang dua tahun terlantar di Dubai.
Foto: Industry.co.id
Pandeglang, LiputanBMI - Aldila Warganda SH dari Kantor Pengacara Satria Tarigan & Aldila Warganda Legal Consultan menjadi penjamin kepulangan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Ratih yang sudah dua tahun terlunta lunta di Dubai, Abu Dhabi.

Alasan utama yang dikemukakan oleh Aldila adalah persoalan kemanusiaan dan kebetulan Kantor Legal dimana ia berada, memiliki kemampuan untuk mengurus kepulangan Ratih dari Dubai.

Ratih sendiri adalah TKW yang berasal dari sebuah desa di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang sudah dua tahun lari dari majikannya di Dubai akibat tidak pernah menerima gaji selama bekerja. Karena lari dari majikannya, semua dokumen Ratih sebagai TKW termasuk paspor tertinggal hingga ia kesulitan untuk pulang ke tanah air dan selama dua tahun terlunta-lunta tanpa perlindungan di negeri orang.

“Tidak ada pertimbangan lain selain kemanusiaan,” tegas Aldila Warganda SH ketika ditemui Senin (20/5) malam di Kantornya yang terletak di kawasan Grand Wijaya, Jakarta Selatan.

“Yang pasti memang jalannya cukup berliku untuk bisa memulangkan Ratih. Untung saja lawyer muda kami yang bernama Rheno cukup gigih untuk mengurusnya hingga Ratih bisa mendarat kembali di tanah air pada Jumat (17/5) malam, “kata Aldila.

Bertemunya mereka dengan Kasus Aldila sebagai TKW yang terlantar di Dubai pun cukup unik.
“Saat kami sedang mengadakan kegiatan sosial di daerah banten akibat bencana tsunami beberapa waktu, kami bertemu dengan seorang laki laki yang anaknya tewas jadi korban. Ketika kami tanya kemana ibunya, dikatakan jadi TKW di Dubai dan sudah dua tahun tidak bisa pulang karena tidak ada dokumen dan juga biaya. Jadilah kami bertemu kasus Ratih ini,” beber Aldila.

Menurut Aldila, kantor legal dimana ia bernaung memberikan dukungan penuh saat ia mengajukan untuk jadi penjamin Ratih pulang ke Indonesia.
“Terutama sekali masalah finansial. Saya bilang ke partner saya, kita bagi rejeki yang kita peroleh selama ini dengan membantu kepulangan Ratih,” tambah Aldila yang juga menjadi pengacara untuk Paytren, DHL, dan beberapa perusahaan besar lainnya.

Ratih sendiri yang semalam dihadirkan mengatakan bahwa dirinya nyaris tidak percaya bahwa pada akhirnya ia bakal bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di Pandeglang.

“Saya sudah kangen dengan dua anak saya yang ada. Yang ketiga sudah saya ikhlaskan jadi korban tsunami. Yang penting saya akan bertemu dengan keluarga saya yang lain yang lama saya rindukan,” kata Ratih sambil melirik suaminya yang duduk di sampingnya.

Saat di Dubai usai pelarian dari rumah majikannya, Ratih mengaku sempat terlunta-lunta.
“Untung saja saya ditampung oleh teman saya yang sudah menikah dengan orang Dubai dan saya membantu mengurusi anaknya. Sambil itu saya juga sesekali kerja part time agar bisa makan. Dan jujur saya kapok balik lagi ke Dubai. Saya mau kerja di sini aja, “ katanya lirih.

(Sumber: Industry.co.id)

(JWD/JWD, 22/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-