Berita > Seputar TKI
62 Ribu 'Surat Suara Sampah' Tak Dihitung, Anak Dubes Rusdi Gagal Jadi DPR
21 May 2019 06:25:40 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1344
Ket: Davin Kirana
Foto: google
Kuala Lumpur, LiputanBMI - KPU RI telah menetapkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 untuk DPR RI Dapil Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri setelah KPU dan Bawaslu sepakat untuk tidak menghitung 62.278 surat suara hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pos di Kuala Lumpur yang masuk pasca tanggal 15 Mei 2019.

Dengan tidak dihitungnya 62 ribu surat suara yang diistilahkan Masinton Pasaribu sebagai ‘surat suara sampah’ tersebut, Davin Kirana, anak Dubes RI di Malaysia Rusdi Kirana yang mencalonkan diri dari partai Nasdem dipastikan gagal menjadi anggota DPR.

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara tingakat nasional untuk Dapil Jakarta II yang ditetapkan KPU, Senin (20/5), partai Nasdem hanya mendapat 126.439 suara dan Davin Kirana sebagai caleg NasDem nomor urut 2 hanya mendapat 17.394 suara. Sementara pesaingnya, Partai Demokrat mendapat 143.673 suara.

Istilah ‘sampah’ sebelumnya dilontarkan salah satu komisioner KPU saat ditanya nasib surat suara tercoblos capres 01 dan caleg Nasdem Davin Kirana dalam beberapa karung di Kuala Lumpur pada 11 April 2019 lalu. Surat suara itu memang tidak dihitung sehingga diadakan PSU bagi pemilih pos di wilayah PPLN Kuala Lumpur yang tahapannya dimulai pada 29 April 2019.

Caleg PDIP, Masinton Pasaribu yang berhasil mendapat salah satu kursi DPR RI di Dapil Jakarta II menduga, 62 ribu surat suara hasil PSU yang masuk setelah batas akhir penerimaan pada 15 Mei adalah surat suara yang telah dicoblos oknum mafia jual beli suara sehingga diistilahkan ‘surat suara sampah’.

Seandainya 62 ribu ‘surat suara sampah’ itu dihitung, Nasdem akan mendapat tambahan suara yang cukup signifikan dan dipastikan bisa mengorbitkan Davin Kirana menjadi anggota DPR RI sebagai caleg Nasdem dengan perolehan suara terbanyak.

Namun, akibat penolakan dari partai politik peserta pemilu lainnya dan atas kesepakatan KPU – Bawaslu, 62 ribu ‘surat suara sampah' itu tidak dihitung sehingga Davin Kirana gagal melennggang ke Senayan.
(FK/FK, 21/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-