Berita > Seputar TKI
Gara-gara Kabel Ekstensi Konslet, PMI di Taiwan Hampir Saja Dihukum Seumur Hidup
17 May 2019 20:36:15 WIB | Hani Tw | dibaca 6378
Ket: PMI hampir saja dihukum penjara seumur hidup hanya karena kabel ekstensi konslet dan menyebabkan kebakaran dalam kamar mess
Foto: Dokumen TCESIA
Taipei, LiputanBMI - Pekerja migran Indonesia di Taiwan, Rama, merasa lega setelah mendengar keputusan pengadilan yang hanya menuntutnya untuk membayar denda sebesar NTD 10.000 sebagai ganti rugii akibat kebakaran dalam kamar mess akhir Januari lalu.

Putusan tersebut lebih ringan atau bahkan bisa dikatakan lolos dari tuntutan sebelumnya yaitu hukuman penjara minimal tiga tahun maksimal seumur hidup dengan tuduhan sengaja membakar kamar mess.

"Tuntutan tersebut lebih ringan dibanding dengan tuntutan sebelumnya yaitu hukuman diatas tiga tahun bahkan bisa seumur hidup, "jelas seorang staf dari TCESIA kepada LiputanBMI (16/5/2019).

Lanjutnya, Rama yang menjadi tersangka utama penyebab terjadinya kebakaran, beberapa kali dipanggil oleh kejaksaan pemerintah kota Taoyuan untuk dimintai keterangan.

Dalam persidangan pertama, penerjemah mengatakan kepada Rama bahwa hakim mendakwanya dengan sengaja memasang kabel ekstensi sehingga menyebabkan kebakaran. Ia akan terancam tuntutan hukuman penjara minimal tiga tahun maksimal seumur hidup.

Mendengar keputusan tersebut Rama sudah tidak bisa berbuat apa-apa, badannya lemas tidak bertenaga. Ia sama sekali tidak mengira kalau hanya masalah kabel konslet yang menurutnya masalah kecil sedangkan hp yang dicas bukan cuma hp dia saja, ia harus menerima hukuman seberat itu.

Seperti halnya Rama, agen juga terkejut dengan keputusan pengadilan yang begitu berat. Agen kemudian meminta bantuan TCESIA untuk mencarikan pengacara supaya bisa mendampingi Rama naik banding.

Saat dipertemukan dengan Rama, pengacara dari TCESIA, Fang Hao-Jien (方浩鍵) mengatakan bahwa ia akan membantu kasusnya sampai selesai. Rama merasa tenang mendengar penjelasan dari pengacaranya, akan tetapi setiap hari masih merasa kawatir, tidak ada nafsu makan, tidur juga tidak nyenyak.

Pada akhir Maret lalu, pengadilan memutuskan bahwa Rama hanya diharuskan mengganti kerugian sebesar NTD 10.000. Mendengar kabar itu, Rama tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya. Terutama kepada pengacara Fang Hao-Jian, agen, TCESIA serta majikannya.

Menurut agen, selama ini Rama berperilaku baik, ia tidak lepas dari tanggung jawab ketika kebakaran terjadi, sementara majikan juga tidak menuntutnya.

Dalam kesempatan terpisah, kepala TCESIA Huang Yi-jie mengatakan, pengadilan Taiwan harus menghargai hak asazi pekerja migran, jangan karena mereka tidak mengerti hukum kemudian menjatuhkan hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahannya.

"Seperti kasus Rama ini, yang sebenarnya hanya ketidak sengajaan (kasus kecil red.,) pengadilan memberinya hukuman seberat itu, seolah-olah Rama dengan sengaja membakar asrama, "jelas Huang Yi-jie.

Selanjutnya Huang Yi-jie berpesan kepada pekerja migran, apabila menemui masalah yang berhubungan dengan hukum segeralah meminta bantuan agen untuk mencarikan pendamping atau pengacara, jangan kabur.

Huang Yi-jie juga meminta supaya agen sering-sering mengingatkan pekerja migran untuk lebih berhati-hati saat menggunakan kabel ekstensi. Jangan memakai kabel ekstensi untuk mengecas beberapa hp atau barang elektronik lainnya dalam satu waktu, karena sangat berbahaya jika sampai konslet.
(HNI/IYD, 17/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-