Berita > Seputar TKI
Viral, Pekerja Migran asal Filipina Diikat di Pohon oleh Majikan di Riyadh
16 May 2019 21:16:17 WIB | Juwarih | dibaca 3214
Ket: Seorang pekerja migran perempuan asal Filipina yang bekerja di salah satu keluarga kaya raya di Riyadh, Arab pada 9 Mei 2019
Foto: Tempo.co
Riyadh, LiputanBMI - Sebuah foto seorang pekerja migran perempuan asal Filipina yang bekerja di salah satu keluarga kaya raya di Riyadh, Arab Saudi dengan kondisi diikat di pohon lantaran kesalahan menjemur furniture di terik matahari viral di media sosial.

Mengutip Tempo.co pada Kamis (16/5/2019), footo pekerja migran perempuan yang diikat di pohon tersebut merupakan warga Filipina bernama Lovely Acosta (26), yang baru bekerja beberapa bulan di Riyadh.

"Majikannya marah besar setelah tahu furniture yang harganya mahal ditaruh di panas terik matahari, sehingga berisiko rusak. Oleh karena itu simajikan marah kemudian mengikat tubuh Lovely di satu pohon di halaman rumahnya," tulis Tempo.co

Seorang rekan kerja Lovely warga Filipina mendapat kesempatan untuk memfoto ketika Lovely diikat di pohon di dalam halaman rumah majikannya pada 9 Mei 2019. Tindakan majikan Lovely ini dianggap brutal.

Foto itu kemudian menyebar di berbagai media sosial. Hingga mendapat respon dari Kementerian Luar Negeri Filipina dengan memulangkan ibu dua anak ini di hari yang sama saat foto itu diambil.

"Kementerian Luar Negeri melaporkan bahwa Pekerja Luar Negeri Filipian Lovely Acosta Baruelo tiba di Manila dari Arab Saudi pada 8.55 malam pada 9 Mei," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Lovely dipulangkan ke rumahnya di hari yang sama saat foto dirinya diikat di pohon menjadi viral, pada Kamis 9 Mei 2019.

Lovely yang berbicara pada pekan ini, berujar: "Terima kasih banyak untuk semua yang menolong saya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada sesama pekerja migran warga Filipina lainnya yang tinggal di Arab Saudi. Mereka salah satu yang menolong saya dan mengunggah foto-foto saya. Saya khawatir dengan keselamatan mereka. Saya berharap mereka segera dipulangkan," ujar Lovely.
(JWR/IYD, 16/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-