Berita > Seputar TKI
SBMI Minta Polres Subang Segera Tangkap Abdul Rohim dan Suci
07 May 2019 06:44:40 WIB | Juwarih | dibaca 7673
Ket: Kiri, Abdul Rohim. Kanan, Suci, pasangan suami-istri yang diduga pelaku penipuan terhadap calon PMI Taiwan
Foto: SBMI Indramayu
Subang, LiputanBMI - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu meminta Kepolisian Resort Subang segera menangkap perekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) pasangan suami-istri (Pasutri) Abdul Rohim dan Suci karena diduga telah melakukan praktek penipuan dan perekrutan perorangan terhadap 17 orang calon PMI ke Taiwan.

Hal tersebut disampaikan ketua SBMI Indramayu, Juwarih setelah menyampaikan surat laporan Nomor : 008/DPC.SBMI/IM/V/2019. Perihal : Laporan Kasus Penipuan Calon PMI Taiwan, ke Polres Subang, Jawa Barat, pada Senin (6/5/2019).

"SBMI melaporkan Abdul Rohim dan Suci karena diduga telah melanggar Pasal 378 KUHP dan Pasal 69 joncto Pasal 81
UU RI No.18 Tahun 2017 tentang PPMI," ucap Juwarih kepada LiputanBMI.

Juwarih berharap, lapornya dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian Resort Subang.

"Kami minta Polres Subang cepatnya menindaklanjuti laporan dari kami, dan berharap dalam waktu dekat pula Polres Subang bisa menangkap Abdul Rohim dan Suci," harap Juwarih kepada LiputanBMI.

Juwarih menjelaskan, SBMI membuat surat laporan ke Polres Subang setelah beberapa hari lalu pihaknya telah menerima aduan dari 17 orang laki-laki dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan Lampung, mengaku telah direkrut oleh Abdul Rohim dan Suci dijanjikan akan dipekerjakan sebagai PMI formal ke Taiwan.

"Ketujuh belas orang tersebut mengaku telah direkrut oleh Abdul Rohim dan Suci merupakan pasangan suami istri warga Dusun Jabong, RT. 026, RW. 006, Desa Jabong, Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat," jelas ketua SBMI Indramayu.

Berdasarkan aduan dari para korban, kata Juwarih, awalnya ketujuh belas orang tersebut diiming-imingi sedang ada job kerja pabrik di Taiwan dan dijanjikan dalam waktu 3-4 bulan diberangkatkan.

"Calon PMI sudah membayar uang tanda jadi (DP) ke pihak perekrut, namun apa yang dijanjikan Rohim dan Suci ke para korban tak kunjung ditepati, bahkan dihubungi pun susah," tuturnya.

SBMI Indramayu mencatat uang pembayaran DP biaya penempatan calon PMI Taiwan dari 17 orang yang di terima Abdul Rohim dan Suci jumlahnya mencapai Rp. 165 juta.
(JWR/IYD, 07/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-