Berita > Seputar TKI
Pesan Depnaker Taiwan Kepada Majikan Selama Bulan Puasa
06 May 2019 17:24:07 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 3506
Ket: Depnaker Taiwan meminta majikan supaya menghormati pekerjanya yang sedang menjalankan ibadah puasa
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Depnaker Taiwan mengingatkan kepada majikan yang mempekerjakan pekerja migran muslim, bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh majikan selama bulan puasa antara lain memghormati keyakinan agama orang lain dan bersikap normal, lebih memperdulikan mereka serta bisa mengatur jam kerjanya. Dengan begitu, majikan sudah menunjukkan bantuanya demi kelancaran pekerjanya dalam menjalankan ibadah puasa, juga semakin mendekatkan jarak antara majikan dan pekerja.

Seperti dilansir United Daily News,Senin (6/5/2019), sekitar 1,6 miliar umat muslim di seluruh dunia mulai tanggal 6 Mei hingga 4 Juni, termasuk pekerja migran di Taiwan yang menganut agama Islam melaksanakan puasa Ramadhan. Selama periode ini mereka tidak makan dan tidak minum pada siang hari atau yang disebut dengan puasa. Puasa dalam bahasa mandarinnya adalah Zhai Jie(齋戒), bisa disebut juga Jin Che(禁吃).

Badan Pengembangan Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja mengatakan, saat ini jumlah pekerja migran Indonesia yang bekerja di Taiwan sekitar 260.000 orang. Sebagian besar dari mereka adalah pemeluk agama Islam dan bekerja di sektor rumah tangga, perawat lansia dan sektor industri.

Sesuai pesan depnaker, beberapa hal yang perlu diperhatikan majikan kepada pekerja migran yang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan:

1. Hormati keyakinan agama mereka dan perlakukan sebagaimana biasanya.
Selama berpuasa, mulai matahari terbit mereka tidak makan tidak minum hingga menjelang malam baru boleh makan. Dini hari sebelum fajar mereka akan bangun dan makan sahur. Mereka juga akan melaksanakan sembahyang pada malam hari (sholat Tarawih red.,), serta akan memperbanyak membaca ayat-ayat suci Al Qur’an. Diharapkan majikan menghormati keyakinan agama mereka, memperlakukan mereka seperti biasanya selama bulan puasa.

2. Perduli terhadap kesehatan pekerjanya
Selama bulan puasa, dikarenakan pada siang hari mereka berpuasa, kemungkinan kondisi pekerja tidak seperti biasanya. Diharapkan majikan memberi perhatian dan bantuan yang sesuai.

3. Mengatur jam kerja secara fleksibal
Selain tidak makan dan minum pada siang hari, mereka juga harus bisa menahan nafsu, menjauhi semua perselisihan, kemungkinan sifat atau perangai mereka akan berubah. Diharapkan majikan bisa lebih toleran, memberikan bantuan jika diperlukan, memberikan pengaturan jam kerja secara fleksibilitas agar mereka merasa nyaman melalui bulan puasa ini, untuk bisa kembali ke kondisi pikiran yang murni.
(IYD/IYD, 06/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-