Berita > Seputar TKI
Pemilu 2019, Partisipasi Pemilih di Kuala Lumpur Tak Sampai 25%
23 Apr 2019 20:33:13 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1361
Ket: pleno penghitungan surat suara PPLN Kuala Lumpur
Foto: LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - PPLN Kuala Lumpur telah merampungkan proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 untuk dua metode pemilihan yaitu metode Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) dan Kotak Suara Keliling (KSK).

Sementara surat suara metode pemilihan melalui pos belum (tidak) dihitung karena Bawaslu merekomendasikan agar diadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Berdasarkan hasil penghitungan suara yang diumumkan PPLN Kuala Lumpur, Senin (22/4), tingkat partisipasi warga Indonesia di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur yang menjadi pemilih pada Pemilu 2019 terlihat sangat rendah.

Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019, TPSLN dan KSK  PPLN KL
Ket. foto: Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019, TPSLN dan KSK PPLN KL
Sumber foto: PPLN Kuala Lumpur



Jumlah surat suara yang dihitung, baik yang sah maupun yang tidak sah hanya 56.618. Padahal, jumlah total pemilih TPSLN dan KSK yang terdaftar di DPT sebanyak 239.582 dengan rincian, pemilih TPSLN sebanyak 127.044 dan pemilih KSK 112.538.

Dengan demikian, sebanyak 182.064 atau 76.4% pemilih yang terdaftar dalam DPT tidak menggunakan hak pilihnya alias Golput. Tingkat partisipasi pemilih di Kuala Lumpur pada Pemilu 2019 ini hanya 23,6 %.

DPTHPLN Pemilu 2019 PPLN KL
Ket. foto: DPTHPLN Pemilu 2019 PPLN KL
Sumber foto: PPLN Kuala Lumpur



Sekretaris Tim Kampanye Luar Negeri (TKLN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Malaysia, Dato'M Zainul Arifin menilai, salah satu penyebab banyaknya WNI di Kuala Lumpur yang Golput karena adanya keputusan 255 TPSLN yang pada awalnya akan disebar di 89 lokasi di berbagai kawasan dipangkas hanya menjadi tiga lokasi.

“Ternyata betul. Gara-gara TPS dipangkas, banyak yang pada golput,” katanya.
(FK/FK, 23/04)

Universitas Terbuka Riyadh
-