Berita > Seputar TKI
Majikan Adelina Bebas, KJRI Penang akan Ajukan Permohonan Banding
20 Apr 2019 22:14:46 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2642
Ket: (Almh) Adelina (kiri) dan majikan Adelina, Ambika (kanan)
Foto: LBMIMY
George Town, LiputanBMI - KJRI Penang mempertanyakan putusan Mahkamah Tinggi Malaysia atas dibebaskannya seorang perempuan yang diduga menyiksa Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT, Adelina Sau (21) hingga meninggal dunia di Bukit Mertajam, Penang pada Februari 2018 lalu.

Oleh karena itu, KJRI Penang akan meminta klarifikasi ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan akan mengajukan permohonan banding atas putusan hakim tersebut.

“KJRI sudah mengirimkan surat ke DPP (Deputy Public Prosecutor/JPU) dan hari Senin akan bertemu langsung untuk meminta klarifikasi dan permohonan banding atas putusan hakim,” kata Pelaksana Fungsi Konsuler III, KJRI Penang, Indra Primasetya Prionggo ketika dikonfirmasi LiputanBM, Sabtu (20/4).

Lebih lanjut Indra menjelaskan, Sabtu (20/4) siang tadi pihaknya telah bertemu dengan LSM Tenaganita, counter part KJRI yang juga mengikuti sidang Adelina. KJRI Penang, kata Indra, juga akan menunjuk pengacara untuk mengawal kasus ini.

“KJRI akan menunjuk peguam untuk melakukan watching brief di persidangan,” katanya.

Baca: Terancam Hukuman Mati, Ibu Majikan Adelina Menangis ketika Difoto Wartawan Seusai Sidang

Sebagaimana dilaporkan FreeMalaysiaToday, Jumat (19/4), Mahkamah Tinggi Malaysia membebaskan majikan Adelina, Ambika MA Shan atas permintaan pihak kejaksaan.

Sebelumnya, perempuan berusia 61 tahun tersebut terancam hukuman gantung sampai mati atas dakwaan melakukan penyiksaan terhadap Adelina hingga meninggal dunia.

Adelina yang bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga(PRT) di rumah Ambika meninggal dunia di Hospital Bukit Mertajam, Penang pada 11 Februari 2018 lalu akibat luka-luka karena sering disiksa, bahkan dipaksa tidur di luar rumah bersama seekor anjing penjaga
(FK/FK, 20/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-