Berita > Seputar TKI
Antar ke Rumah Majikan, Oknum Agen di Taiwan Diduga Perkosa PMI
17 Apr 2019 16:04:58 WIB | Hani Tw | dibaca 4742
Ket: PMI diduga diperkosa oknum agen Taiwan saat diantar ke rumah majikan (foto ilustrasi)
Foto: Internet
Taichung, LiputanBMI - Pekerja migran Indonesia perawat lansia berinisial AS diduga menjadi korban pemerkosaan oleh oknum agen bermarga Hwang, ketika mengantarnya ke rumah majikan awal Maret 2019 lalu.

Sebagaimana dilansir media Apple Daily (17/4), agen Hwang membawa AS ke sebuah hotel sebelum mengantarnya ke tempat majikan. Dalam keadaan tidak sadar agen Hwang diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap AS setelah memberinya minuman. Agen Hwang mengancam AS supaya tidak menceritakan kepada siapapun.

Sesampainya di rumah majikan ,AS yang karena tekanan mental dan fisik menangis sepanjang hari. Kemudian ia melarikan diri ke tempat temannya untuk meminta bantuan.

Wakil direktur Departemen Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten Changhua, He Junsheng (何俊昇), mengatakan, setelah menerima laporan kemarin sore (16/4), segera mengirim seorang anggota staf meluncur ke rumah majikan baru untuk membawa AS ke kantor polisi.

Keadaan AS sangat memprihatinkan, ketika dimintai keterangan ia gugup dan menangis sehingga tidak bisa mengungkapkan secara jelas. AS hanya mengingat bahwa saat mau diantar ke rumah majikannya, ia diberhentikan di sebuah rumah (hotel red.,), ia mengira kalau itu rumah calon majikan. Agen Hwang memberinya minuman dan selanjutnya AS tidak tahu lagi apa yang terjadi.

"Saya dibawa ke hotel lalu dikasih minuman apa saya juga tidak tahu, dalam keadaan tidak sadar saya diperkosa oleh agen Hwang, "jelas AS kepada polisi.

Kepada polisi, AS mengatakan bahwa ia sangat tertekan dan menderita karena telah menjadi korban pemerkosaan dan meminta kepolisian untuk membantunya.

Hari ini (17/4) kami ( depnaker red.,) akan membawa AS ke RS untuk melakukan pemeriksaan dan rekaman medis.

Lebih lanjut He Junsheng mengatakan sesuai UU Layanan Ketenagakerjaan Taiwan, selama perusahaan jasa tenaga kerja atau agen, baik sebagai perantara atau tidak, setelah dinyatakan ilegal dan melanggar peraturan, maka pelaku dapat dikenakan denda antara NTD 300.000 hingga NTD1,5 juta. Jika kasusnya dianggap serius, maka perusahaan akan terancam dicabut izin kerjanya.
(HNI/IYD, 17/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-