Berita > Seputar TKI
Polisi Taiwan Gerebek Diskotik, 64 WNI Overstayer Tertangkap
17 Apr 2019 08:13:25 WIB | Hani Tw | dibaca 2075
Ket: Penggerebekan di diskotik kota Taoyuan, Taiwan
Foto: Liberty Times
Taipei, LiputanBMI - Tim gabungan satuan khusus imigrasi bekerja sama dengan kepolisian kota Taoyuan berhasil mengamankan sebanyak 500 orang lebih warga negara Indonesia (WNI) saat melakukan razia mendadak di sebuah diskotik pada hari Minggu (14/4/2019) malam.

Sebagaimana dilansir oleh Liberty Times (15/4), penggerebekan dilakukan setelah adanya laporan dari beberapa saksi mata yang melihat banyaknya warga asing yang berkumpul di tempat tersebut setiap hari libur.

Anggota tim investigasi kemudian melakukan survei ke tempat diskotik "48th Street Pub" yang berlokasi di Zhongzheng Road, Kota Taoyuan dan menemukan bahwa sebagian besar konsumennya adalah warga negara Indonesia di Taiwan.

Selain itu, anggota tim investigasi juga berhasil mengumpulkan bukti-bukti melalui siaran langsung dari facebook comunity dari beberapa orang yang sedang berada dalam diskotik tersebut.

Selanjutnya, setelah melalui perencanaan yang matang tim gabungan yang terdiri dari petugas imigrasi satuan khusus, tim investigasi serta beberapa anggota polisi akhirnya meluncur ke diskotik untuk melakukan penggerebekan pada pukul 2 dini hari.

Menurut keterangan salah satu anggota tim kepolisian Fan Yu-cheng (范育誠) saat dilakukan penggerebekan, beberapa orang bersembunyi didalam kotak pemadam kebakaran dan loker, akan tetapi mereka masih bisa diketahui oleh para tim.

Alhasil, sebanyak 500 orang lebih yang berada dalam diskotik berhasil diamankan, setelah melalui pemeriksaan identitas ditemukan sebanyak 64 orang adalah overstayer.

Dari 64 orang, 12 orang laki-laki dan 52 perempuan yang diketahui semua berstatus overstayer, 58 orang diantaranya adalah pekerja migran Indonesia (PMI), sedangkan 6 orang lainnya adalah pengguna visa kunjung yang masa berlakunya sudah habis.

Mereka saat ini ditampung sementara di tempat penampungan sementara tim layanan khusus imigrasi Taoyuan. Jika mereka tidak terlibat kasus kriminal lain, mereka akan dideportasi menurut hukum yang berlaku di Taiwan.
(HNI/IYD, 17/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-