Berita > Seputar TKI
Divonis Kena Kanker Payudara, PMI Ini Menyerah dan Pilih Pulang ke Indonesia
15 Apr 2019 22:29:39 WIB | Hani Tw | dibaca 6080
Ket: Emy penderita kanker payudara tidak mau melakukan kemo terapi dan memilih pulang
Foto: Dokumen TCESIA
Taipei, LiputanBMI - Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat, Sulemi (40) yang divonis mengidap kanker payudara stadium empat menyerah untuk tidak meneruskan kemo terapi di Taiwan dan memutuskan memilih pulang menjalani perawatan di Indonesia.

Emy, demikian nama panggilan sehari-hari, ia diberangkatkan ke Taiwan melalui PT Putra Bagas Mandiri dan bekerja sebagai perawat lansia di kota Taipei City selama lima tahun pada majikan yang sama.

Emy dikenal lembut sehingga semua keluarga majikan menyukainya. Mereka tidak menyangka kalau Emy tiba-tiba divonis mengidap penyakit kanker payudara.

Awalnya Emy hanya merasakan tidak enak badan bulan kemarin, kemudian ia dibawa ke RS Veteran, Taipei City. Setelah melalui pemeriksaan dokter, diketahui Emy telah mengidap penyakit kanker payudara dan harus menginap di rumah sakit untuk menjalani pengobatan selanjutnya.

Majikan Emy merasa sedih, apalagi Emy sudah tidak punya siapa-siapa lagi di Indonesia, ia hanya memiliki seorang anak yang sedang kuliah.

Kisah tersebut diceritakan Louies Huang, seorang petugas asosiasi agen di Taoyuan yang merasa prihatin melihat kondisi Emy. Menurutnya, agen dan majikan awalnya merencakan untuk membantu supaya dilakukan operasi untuk mengangkat penyakit Emy. Akan tetapi setelah melalui pemeriksaan lanjutan, ditemukan bahwa sel kanker telah menyebar ke paru-paru , ginjal dan tulang, sehingga dokter menyarankan untuk melakukan kemo terapi terlebih dahulu sebelum melakukan operasi.

"Dia (Emy) memutuskan dan memilih pulang ke Indonesia untuk melakukan perawatan lanjutan. Agen memberi waktu beberapa hari untuk berpikir dan mempertimbangkannya lagi, akan tetapi Emy tetap ingin pulang. Tidak ada pilihan lain bagi agen, kecuali menurut dan menghormati keputusan pasien," katanya sebagaimana rilis yang diterima LiputanBMI, Senin (15/4/2019).

Sementara itu dihubungi terpisah, ketua Asosiasi Agen Layanan Ketenagakerjaan kota Taoyuan, Huang Yu-jie mengatakan, ia mengetahui nasib yang diderita Emy melalui laporan dari anggotanya. Sehingga mendorongnya untuk melakukan penggalangan dana atau kotak amal dari anggotanya. Diharapkan hasil penggalangan dana bisa mencapai NTD 60.000 yang akan diserahkan kepada Emy, supaya ia bisa merasakan bahwa agen-agen Taiwan menemani dan mengiringi langkahnya saat ia pulang ke Indonesia.

"Ikut berpartisipasi dalam pemikiran dan kasih sayang, beramal baik membuat kami percaya bahwa obat memiliki batasan, tetapi potensi kasih sayang dan perhatian manusia tidak memiliki batasan," ujarnya.
(HNI/IYD, 15/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-