Berita > Seputar TKI
PMI di Malaysia Sesalkan Keputusan PPLN KL Hapus 255 TPS
14 Apr 2019 16:54:09 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 943
Ket: pemilih di KBRI KL
Foto: LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia menyesalkan keputusan PPLN Kuala Lumpur menghapus 255 TPS yang sebelumnya telah diumumkan akan disebar di berbagai kawasan.

Akibat penghapusan ratusan TPS tersebut, pemilih di Malaysia yang sebagian besar PMI harus berjubel mengantre hanya di tiga tempat, yaitu KBRI Kuala Lumpur, Wisma Duta dan Sekolah Indonesia KL.

“Banyak yang pingsan karena berdesak-desakan. Kerja PPLN sangat tidak memuaskan,” kata Lisdawati, PMI asal Jakarta ketika berbincang dengan LiputanBMI di KBRI Kuala Lumpur, Minggu (14/4).

Lebih lanjut Lisdawati mengatakan, PPLN Kuala Lumpur seharusnya tidak perlu menghapus 255 TPS yang disebar di berbagai kawasan agar pemilih tidak berjubel hanya di tiga lokasi.

“Lima tahun ke depan, penyelenggaraan pemilu harus diperbaiki. Seharusnya ada TPS yang di daerah-daerah seperti yang diumumkan sebelumnya sehingga pemilih tidak berjubel di sini,” katanya.

Senada dengan Lisdawati, PMI asal Semarang bernama Hani yang bekerja sebagai tukang masak di kantin sekolah juga mengaku kecewa dengan PPLN Kuala Lumpur dalam melayani warga yang akan menyalurkan hak suara dalam Pemilu 2019 ini.

Menurut Hani, sepatutnya PPLN Kuala Lumpur menyediakan TPS yang disebar di berbagai kawasan seperti yang direncanakan sebelumnya.

“Kalau seperti ini, kasihan ibu-ibu yang bawa anak kecil atau warga yang tergolong berusia lanjut, juga kasihan teman-teman kita yang tinggalnya jauh dari Kuala Lumpur,” katanya.

Hani berharap siapa pun yang terpilih menjadi presiden dapat memperjuangkan hak-hak PMI khususnya sektor Pekerja Rumah Tangga (PRT).

“Selama ini, hak-hak PMI sektor PRT di Malayasia tidak sama dengan PRT yang bekerja di Hong Kong atau Taiwan. Jadi meskipun saya bukan PRT tapi harapan saya PRT di Malaysia bisa sama dengan PRT di negara lain,” harapnya.
(FK/FK, 14/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-