Berita > Seputar TKI
Tahun Ini, Taiwan Butuh 450 Pekerja Migran Sektor Pertanian
10 Apr 2019 21:40:52 WIB | Hani Tw | dibaca 3185
Ket: Foto.ilustrasi, pekerja sektor pertanian
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Pemerintah Taiwan akhir Maret kemarin secara resmi telah menyetujui perekrutan pekerja migran sektor pertanian dan rencananya akan mendatangkan sebanyak 450 orang pekerja asal Indonesia pada tahun ini.

Untuk perekrutan tahap pertama diperkirakan sebanyak 75 orang pekerja asal Indonesia yang lolos dalam "Program Praktik Pertanian Indonesia Taiwan" akan didatangkan ke Taiwan untuk praktik sebagai tenaga kerja di bidang pertanian pada akhir bulan ini.

Sementara tahap selanjutnya akan dibagi menjadi tiga tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari lembaga pertanian di Taiwan.

Sebagaimana dilansir media newsmarket (9/4/2019), Sekretaris Eksekutif, kementrian pertanian Cai Pei-jun (蔡佩君) menjelaskan saat ini implementasi dari "Program Praktik Pertanian Indonesia -Taiwan" yang didahulukan pelaksanakannya adalah sektor pertanian.

Cai Pei-jun lebih lanjut menambahkan, yang lolos dalam program tersebut adalah mereka akan dikirim ke Taiwan terutama untuk ikut belajar "pelatihan teknis". Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan penilaian keterampilan sesuai dengan kebutuhan dari lembaga pertanian tersebut.

Sementara menurut lembaga pertanian saat ini ada empat sektor yang sangat membutuhkan perekrutan pekerja migran, terutama sektor pertanian, sedangkan sektor peternakan, kehutanan, dan perikanan.

Sampai akhir Maret 2019, sebanyak 118 lembaga pertanian yang telah mengajukan permintaan untuk bisa merekrut pekerja asing, dan jumlah yang dibutuhkan sekitar 220 orang.

Permintaan terbanyak adalah sektor pertanian, kemudian sektor peternakan, sedangkan untuk sektor perikanan dan kehutanan lebih sedikit.

Lembaga pertanian menambahkan, setiap bulannya akan memberikan pekerja yang mengikuti program di atas tunjangan hidup bulanan sebesar USD 600 atau sekitar 8juta rupiah.
(HNI/IYD, 10/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-