Berita > Seputar TKI
Tolak Lindungi TKI Ilegal, Oknum KBRI Syria Bakal Dilaporkan Bareskrim ke Kemenlu
09 Apr 2019 22:49:12 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 1902
Ket: EH saat memberikan keterangan di Bareskrim Polri.
Foto: JawaPos
Jakarta, LiputanBMI - Kabar oknum Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Syria yang melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap seorang WNI yang juga pekerja migran ilegal akan ditindaklanjuti kepolisian. Hal itu ditegaskan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak.

“Pasti (kami dalami). Nanti kami komunikasikan,” ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (9/4).

Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri atas pengakuan pekerja migran ilegal berinisial EH tersebut.
“Ini harus kami laporkan kembali ke Kemenlu. Dia bisa nyebut orang kok, kedutaan di Syria itu siapa,” sebut Herry.

Sebelumnya, EH, harus menelan pil pahit menjadi pekerja migran ilegal pada 2018. Awalnya ia dijanjikan untuk bekerja di Arab Saudi. Namun ternyata ia dikirim ke beberapa negara mulai dari Malaysia, Dubai, Turki, Sudan, lalu ke Syria.

Selama bekerja ia tidak mendapat upah sepeser pun. Akhirnya saat di Syria, EH diajak rekannya sesama pekerja migran untuk mencari perlindungan ke KBRI. Sayangnya, bukan perlindungan yang didapat, ia malah mendapat cacian dari oknum KBRI yang disebutnya bernama Holik

“Enak saja. Kamu ingin pulang? kalau ingin pulang nggak usah akting kayak gitu deh, bisa nggak kamu ganti uang delapan ribu dolar? Itu Rp 100 juta lebih. Kalau kamu bisa ngadain uang segitu sekarang juga kamu bisa pulang ke Indonesia,” ucap EH menirukan perkataan Holik saat bercerita di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (8/4).

EH kala itu lantas menjawab tidak akan bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Sebab ia dari keluarga tidak mampu dan selama bekerja tak menerima upah sepeser pun. Namun, oknum itu malah menyahut dengan menyebut-nyebut nama Presiden Joko Widodo.

“Jokowi saja sudah capek urusin orang-orang kayak kamu. Sudah dipulangin, sudah tahu negara konflik masih saja datang. Jokowi itu sudah lelah sudah capek ngurusin TKW-TKW yang nggak tahu diri. Sudah dipulangin masih saja datang. Lo alasan saja biar bisa pulang,” jawab staf tersebut seperti penjabaran EH.

Habis dicaci maki, ia lantas ingin dikembalikan ke agen pengiriman TKI. EH sempat menyampaikan enggan dikembalikan dan takut dipukuli.

“Kata dia (Holik), saya bisa apa kamu kan dijual. Sedikitpun kamu sudah terima uang dan harus terima resiko. Mau dipukul, mau hidup, mau mati, intinya kamu dijual, saya nggak bisa apa-apa, katanya,” ulas EH dengan kepiluan yang tampak di sorot matanya.

Dikembalikan oleh kedutaan ke agen pengiriman, akhirnya EH dijual kembali ke Irak. Di sana ia mendapat musibah.
“Saya mau kena hukuman mati. Saya disiksa majikan, diperkosa anak majikan, dituduh mencuri tanpa adanya bukti, dijebloskan ke penjara dalam keadaan hamil tiga bulan,” tutur EH seraya menahan tangis di balik topeng yang menutupi wajahnya.

(Sumber: JawaPos)
(JWD/JWD, 09/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-