Berita > Seputar TKI
Polisi Malaysia Periksa Majikan Bergelar Tan Sri yang Diduga Aniaya PRT Indonesia
29 Mar 2019 22:59:36 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1237
Ket: ilustrasi
Foto: google
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Polisi Malaysia telah memeriksa seorang majikan bergelar Tan Sri yang diduga melakukan penganiayaan terhadap tiga Pekerja Rumah Tangga (PRT) asal Indonesia di Country Heights, Kajang.

Tan Sri merupakan gelar federal paling senior kedua, di bawah Tun dan sebutan kehormatan yang digunakan untuk penerima gelar kehormatan Panglima Mangku Negara (PMN) dan Panglima Setia Mahkota (PSM). Gelar Tan Sri dianugerahkan oleh Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong.

Seperti dilansir The Star, Jumat (29/3), Kepala Kepolisian Daerah Kajang, Asisten Komisioner Ahmad Dzaffir Mohd Yussof mengatakan, setelah mendapat laporan dari Kedutaan Indonesia di Malaysia, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian dan menyita dua paspor dan i-kad milik korban yang ditahan majikan.

"Penyelidikan awal menunjukkan bahwa ketiga PRT itu kabur karena tidak tahan menghadapi perlakuan kasar majikan mereka dan istrinya yang seorang Puan Sri," ucap Ahmad Dzaffir.

Selain tidak dibayar gaji, ketiga PRT tersebut mengaku sering dipukul dan ditampar majikannya. Ahmad Dzaffir menjelaskan, ketiga PRT itu juga mengaku tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia karena paspor mereka ditahan majikan.

Saat ini ketiga korban telah diantar ke sebuah rumah perlindungan setelah perintah perlindungan sementara diterbitkan pengadilan setempat.

“Penyidikan masih terus dilakukan berdasarkan Seksyen 13 Akta Anti Pemerdagangan Orang dan Anti Penyeludupan Migran (ATIPSOM) 2007,” katanya.

Kasus ini dilaporkan oleh KBRI Kuala Lumpur setelah tiga PRT Indonesia itu kabur dengan cara memanjat pagar dan lari ke KBRI dengan diantar seorang pria yang tidak mereka kenal pada Jumat, 22 Maret 2019 lalu.

Ketika dikonfirmasi LiputanBMI, Jumat (29/3), Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary membenarkan bahwa kasus ini sudah dalam penanganan kepolisian Malaysia.

“Mereka lari ke KBRI lalu kita laporkan ke kepolisian Malaysia. Sekarang (kasusnya, Red) sedang diproses kepolisian Malaysia,” jelas Yusron.

(FK/FK, 29/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-