Berita > Seputar TKI
Tuti Mujiati, PMI Asal Lampung 19 Tahun Hilang Kontak di Kuwait
24 Mar 2019 14:47:43 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 426
Ket: Tuti Mujiati
Foto: Malik
Kuwait City, LiputanBMI - Tuti Mujiati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Rekso Binangun, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung dilaporkan hilang kontak dengan keluarganya sejak berangkat ke Kuwait pada tahun 2000 lalu.

Menurut keterangan keluarganya, pada tahun 2002 pihak majikan pernah mengabarkan bahwa Tuti telah meningal dunia di Kuwait. Namun, sang majikan tidak mau menuruti permintaan keluarga untuk memulangkan jenazahnya jika Tuti memang benar-benar sudah meninggal dunia.

“Karena majikan tidak mau memulangkan jenazahnya, kami pihak keluarga terus berusaha mencari tahu untuk memastikan apakah ibu saya sudah meninggal atau sebenarnya masih hidup,” kata Malik Fajarudin, anak Tuti kepada LiputanBMI, Minggu (24/3).

Selama bertahun-tahun pihak keluarga terus berusaha mencari informasi dari berbagai pihak untuk memastikan apakah Tuti sudah meninggal atau masih hidup. Namun sayangnya, upaya keluarga tidak membuahkan hasil.

Bahkan, kata Malik, pihak keluarga juga sudah berusaha mencari informasi dari PJTKI yang memberangkatkan Tuti ke Kuwait, tetapi ternyata PT-nya sudah bubar. Sementara pihak keluarga tidak mengetahui informasi apa pun tentang nama dan alamat majikan Tuti di Kuwait.

“Sekitar seminggu yang lalu saya mencoba posting di Facebook tentang ibu saya dan hasilnya ada seorang WNI di Kuwait yang komen katanya pernah bertemu Bu Tuti. Informasi terakhir yang saya dapat, ada seseorang asal Indonesia yang mengatakan bahwa beliau masih hidup, tetapi mau pulang tidak tahu arah dan bingung alamatnya,” kata Malik.

Untuk itu, Malik berharap dan meminta tolong kepada siapa pun yang pernah mengenal dan/atau mengetahui keberadaan Tuti Mujiati di Kuwait agar menghubungi nomor telepon +6285789933962 atau melapor ke pihak berwajib.

“Kami berharap kepada siapa pun yang mengetahui bahwa Bu Tuti Mujiati masih hidup agar menghubungi nomor telepon saya atau melapor ke pihak berwajib. Kami sekeluarga sangat merindukan Bu Tuti,” harap Malik.
(FK/FK, 24/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-