Berita > Seputar TKI
Tiga PMI di Jeddah Ditahan Polisi Karena Memasukkan Kerja Pekerja Ilegal
21 Mar 2019 12:37:43 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 14149
Ket: Mobol Kepolisian Arab Saudi
Foto: google
Jeddah, LiputanBMI - Tiga pekerja migran Indonesia (PMI) di Jeddah ditahan aparat keamanan Arab Saudi pada Kamis (7/3/2019), karena memasukkan kerja pekerja ilegal kepada warga Saudi. Ketiga perempuan itu adalah Eliyanti binti Acep, Marfuah binti Sanusi dan Laila binti Awi.

Hal itu diungkapkan NA seorang PMI yang juga ikut mendatangi kantor kepolisian sektor Roheli, Jeddah. NA mengaku sempat diinterogasi polisi dan diperiksa telepon genggamnya. Karena tidak terbukti terlibat NA akhirnya dibebaskan.

"Kasus ini bermula saat ketiganya memasukan seorang perempuan yang baru dikenal melalui facebook bernama Nenk Leena Leena kepada warga Saudi sebagai pekerja rumah tangga dengan perjanjian gaji SAR 2,500. Baru beberapa hari rumah orang Saudi itu kehilangan uang sebesar SAR 100 ribu," ujar NA saat dihubungi LiputanBMI melalui sambungan seluler, Rabu (20/3/2019).

Setelah terjadi kasus pencurian, lanjut NA, warga Saudi lantas melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian. Sementara perempuan yang dimasukkan kerja telah melarikan diri.

"Akun facebook Nenk Leena Leena ini adalah PMI overstayer dan sepertinya benar melakukan pencurian, saat ini dia melarikan diri. Saya harap kepada WNI di Jeddah hati-hati dengan akun facebook tersebut jangan sampai kejadian ini terulang," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, NA berharap KJRI Jeddah dapat melakukan pendampingan dengan menyediakan penterjemah dan pengacara.

"Saat ini ketiganya ditahan di kantor polisi Dahban, kami beserta keluarga sangat berharap bantuan perwakilan pemerintah di Jeddah. Karena ketiganya tidak bersalah melakukan pencurian," pungkasnya.


(IYD/IYD, 21/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-