Berita > Seputar TKI
200 PRT Indonesia di Singapura Ikuti Tes Uji Sertifikasi Bahasa Inggris
19 Mar 2019 21:10:47 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1784
Ket: peserta tes uji kompetisi B.Inggris di Singapura
Foto: Development Program Singapura/ Theresia
Singapura, LiputanBMI - Sebanyak 200 Pekerja Rumah Tangga (PRT) asal Indonesia di Singapura mengikuti Tes Uji Sertifikasi Bahasa Inggris yang diadakan oleh Development Program Singapura bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bahasa Inggris (LSK BIG), Minggu (17/3/2019).

Tujuan Tes Uji Sertifikasi ini adalah untuk mengetahui level standarisasi kompetensi kemampuan Bahasa Inggris para siswa pelatihan kursus yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga kursus Bahasa Inggris di Singapura.

Ada 3 level ujian yang diadakan, yaitu Survival English, English Communication, dan Advance English Communication dengan jenis ujian tertulis dan ujian percakapan.

Ketua LSK BIG, Dra. Lusi Reni Intan mengaku turut bangga karena bisa membantu para peserta memiliki bekal standar kompetensi. Ia juga mengapresiasi usaha dan semangat para peserta yang semuanya berprofesi sebagai PRT.

“Peserta di Singapura walaupun semuanya pekerja migran tetapi mereka tidak kalah dan sepertinya mampu lulus standar kompetensi ini. Mereka sudah terbiasa dengan percakapan Bahasa Inggris, tetapi untuk kemampuan tertulis (kosakata dan struktur) memang masih perlu pelatihan," katanya.

LSK BIG adalah badan sertifikasi nasional dibawah Dirjen Kursus Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Peserta yang lulus standar kompetensi ini akan menerima ijazah yang diakui nasional.

Dengan ijazah kompetensi ini diharapkan purna migran Indonesia akan semakin lebih siap dengan keterampilan Bahasa Inggris dan mampu masuk ke sektor kerja formal ketika mereka kembali ke Indonesia.

Meski ada beberapa peserta yang mengakui grogi karena kali pertama ikut ujian massal dan ada yang mengaku harus belajar lagi untuk menghadapi ujian ini, Tes Uji Kompetensi yang diadakan di Training Center Development Program, 45 Middle Rd Singapura tersebut berjalan lancar.

peserta tes uji kompetisi B.Inggris di Singapura
Ket. foto: peserta tes uji kompetisi B.Inggris di Singapura
Sumber foto: Development Program Singa



Ketua Development Program Singapura, Theresia Kurniawan mengatakan, Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris yang pesertanya pekerja migran sudah beberapa kali diadakan di Singapura. Bahkan, kata Theresia, ada siswa Development Program Singapura yang jadi guru Bahasa Inggris ketika sudah pulang ke Indonesia.

“Berbekal ijazah kompetensi ini ada siswa kami yang sudah jadi guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar dan Playgroup TK di Indonesia. Jadi, kami ingin tes seperti ini diadakan terus supaya mereka punya bekal kompetensi nasional Indonesia dan bisa kerja di sektor yang lebih baik. Sebagai lembaga pelatihan, kami punya arahan yang jelas dalam mengadakan kursus," kata Theresia menutup perbincangan dengan LiputanBMI, Selasa (19/3).
(FK/FK, 19/03)

Universitas Terbuka Riyadh
-