Berita > Seputar TKI
Awal 2019, KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3 WNI yang Terbebas dari Hukuman Mati
16 Mar 2019 17:24:30 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 565
Ket: tiga WNI yang dipulangkan KBRI KL setelah terbebas dari hukuman mati
Foto: Konsuler KBRI KL
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Dalam kurun waktu antara Januari hingga 11 Maret 2019, KBRI telah memulangkan tiga WNI yang terbebas dari hukuman mati di Malaysia.

Pada Januari 2019 lalu, KBRI Kuala Lumpur telah mendampingi pemulangan dua WNI atas nama Mattari asal Sampang, Jawa Timur dan Siti Nurhidayah asal Brebes, Jawa Tengah yang terbebas dari ancaman hukuman gantung sampai mati.

Kedua WNI tersebut diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri cq. Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, pada Kamis, 17 Januari 2019 untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Pada Tahun 2016, Mattari dituduh membunuh seorang warga negara asing dan dituntut hukuman gantung sampai mati atas kejahatan Pasal 302 Kanun Keseksaan Malaysia. Ia dinyatakan bebas pada 2 November 2018.

Sementara Siti Nurhidayah terbebas dari ancaman hukuman gantung sampai mati atas tuduhan menyelundupkan psikotropika di Penang International Airport pada tanggal 6 November 2013.

Satu lagi WNI yang dipulangkan KBRI Kuala Lumpur karena terbebas dari hukuman mati adalah Siti Aisyah. WNI asal Serang, Banten tersebut dipulangkan ke Tanah Air pada 11 Maret 2019, beberapa jam setelah Mahkamah Tinggi Shah Alam membebaskan dari tuduhan membunuh Kim Joang-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un.

Sejak awal penahanan dan proses hukum, ketiga WNI tersebut selalu didampingi oleh Pengacara Retainer KBRI Kuala Lumpur, Gooi & Azura.

Atas upaya maksimal pendampingan hukum terhadap seluruh WNI yang terancam hukuman mati di wilayah Semenanjung Malaysia, Kantor Pengacara Gooi & Azura telah diganjar penghargaan Hassan Wirajuda Pelindungan Award (HWPA) 2018 oleh Menteri Luar Negeri RI pada tanggal 7 Desember 2018.

(FK/FK, 16/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-