Berita > Seputar TKI
Ulpiyah, PMI Asal Indramayu 4 Tahun Hilang Kontak di Yordania
12 Mar 2019 16:10:40 WIB | Juwarih | dibaca 791
Ket: Ulpiyah binti Satarudin, merupakan PMI warga Blok Mangir, RT 001, RW 005, Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Foto: LiputanBMI
Indramayu, LiputanBMI - Ulpiyah binti Satarudin (37), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Blok Mangir, RT 001, RW 005, Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan hilang kontak dengan keluarga selama 4 tahun saat bekerja di Yordani.

Hal tersebut disampaikan Nurkhodi, suami Ulpiyah kepada LiputanBMI saat ditemui di rumahnya di blok Mangir, Desa Sliyeg, pada Selasa 12 Maret 2019.

"Istri saya terakhir berkomunikasi dengan keluarga via telepon pada awal 2015 yang lalu, setelah itu tidak diketahui lagi keberadaannya, nomor handphonenya pun sudah tidak bisa dihubungi lagi," ucap Nurkhodi kepada LiputanBMI.

Nurkhodi menceritakan, awalnya pada April 2012 isterinya direkrut oleh Hj. Dayuni, sponsor asal Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pada 1 Juni 2012 oleh PT Qafco yang beralamat di Jl. Otista III, Kompleks I, No. 1, Kebun Nanas Selatan 8, Cipinang, Cimpedak, Jakarta Timur, Ulpiyah diterbangkan ke Qatar.

"Setibanya di Qatar kemudian istri saya bekerja pada majikan bernama Ahmed Mohamed Ali Ahmed Gelgel di daerah Doha," ujar pria anak satu tersebut.

Nurkhodi mengatakan, satu bulan bekerja pada majikan Ulpiyah diperlakukan tidak baik oleh majikannya bahkan sempat diancam akan dibunuh oleh majikan laki-lakinya, kemudian pada sekitar awal bulan Juli 2012 oleh majikannya, Ulpiyah dibawa ke rumahnya majikan yang ada di Yordania.

"Saat bekerja di rumah majikan yang ada di Yordania, istri saya memutuskan untuk kabur dari rumah majikan dikarenakan sudah tidak tahan atas perlakuan majikannya," jelas Nurkhodi.

Setelah kabur dari rumah majikan, kata Nurkhodi istri tinggal di sebuah kontrak bersama temannya sesama Pekerja Migran asal Indonesia dan sambil bekerja freelance (bekerja tidak tetap selalu gonta-ganti majikan).

"Pada saat tinggal di kontrakan selama 3 tahun komunikasi dengan istri saya melalui nomor HP +962776227267 selalu lancar, namun sejak awal tahun 2015 hingga saat ini putus komunikasi karena nomor tersebut sudah tidak aktif lagi," kata Nurkhodi.

Hampir satu tahun tidak diketahui keberadaan istrinya, kemudian Nurkhodi mengadukan permasalahan istrinya ke Crisis Center BNP2TKI di Jl MT Haryono, Jakarta pada 11 Desember 2015.

"Namun sudah lebih dari tiga tahun mengadu ke BNP2TKI, hingga sampai saat ini istri saya masih belum diketahui keberadaannya lagi," keluhnya.

Senada dengan Nurkhodi kakak iparnya, Nurlaeli, adik kandung Ulpiyah menyampaikan bahwa sejak putus komunikasi dengan Ulpiyah, keluarga yang di Indonesia menjadi cemas dan was-was terutama ibu kandungnya yang selalu memikirkan dan merindukan kepulangan anaknya.

"Ibu saya selalu memikirkan keberadaan kakak saya sekarang masih sehat atau tidak, dan terus merindukan kepulangannya," keluh Nurlaeli.

Nurlaeli berharap dengan pemberitaan permasalahan kakaknya bisa kembali ditemukan dan dapat dipulangkan ke kampung halamannya di Indramayu.

"Dengan pemberitaan ini semoga pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Yordania bisa menemukan dan memulangkan kakak saya," harapnya.
(JWR/JWD, 12/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-