Berita > Seputar TKI
Dorong Kursi Roda Suka Pakai Headset, Kaki Lansia Terseret Hingga Berlumuran Darah
10 Mar 2019 21:27:22 WIB | Hani Tw | dibaca 7107
Ket: Luka pada kaki lansia serta hasil pemeriksaan dokter (kiri), pekerja migran yang suka pakai headset ketika mendorong pasiennya
Foto: Apple Daily dan internet
Taipei, LiputanBMI - Seorang pekerja migran perawat lansia di Taiwan punya kebiasaan memakai headset saat mendorong kursi roda tidak memperhatikan kalau kaki kakek yang didorongnya sudah jatuh dan terseret hingga berdarah.

Sebagaimana dilansir Apple Daily (10/3), seorang pria Taiwan yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan kekesalan pada pekerja migran tersebut pada sebuah akun facebooknya Sabtu (9/3).

Pada postingannya ia menuliskan sebuah kalimat "Biarkan saya mengeluh tentang perilaku pekerja migran yang berlebihan (tidak dijelaskan pekerja itu dari negara mana, red.,) ."

Ia menceritakan bahwa kakek yang berusia 98 tahun itu dibawa keluar dengan menggunakan kursi roda oleh pekerja migran yang merawatnya.

Menurutnya, kebiasaan pekerja tersebut mengenakan headset untuk mendengarkan lagu ketika mendorong kakek. Sehingga tidak mengetahui kalau kakinya kakek telah jatuh dan terseret jauh hingga berlumuran darah.

Orang-orang yang kebetulan lewat melihat bahwa kaki kakek berdarah, kemudian mereka memanggil nenek untuk segera melihat jari kakinya kakek.

Setelah melalui perawatan serta pemeriksaan medis, dokter menemukan bahwa kaki kakek sebelah kiri ada lima jari dan kukunya sudah aus. Bahkan tulangnya sebagian sudah keropos hilang terkena gesekan benda keras, kemungkinan sisa tulang akibat luka tersebut akan dipotong.

Melihat postingan tersebut banyak netizen yang sangat menyayangkan kejadian itu. Banyak umpatan yang dilontarkan kepada pekerja migran tersebut yang dirasa sungguh keterlaluan.

Sementara itu pemerintah kota Pingtung County mengatakan sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait kejadian itu baik dari majikan ataupun instansi terkait lainnya. Jika memang terbukti bersalah maka pekerja migran tersebut bisa diberhentikan dan dipindahkan ke majikan lain atau bahkan bisa dituntut.
(HNI/IYD, 10/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-