Berita > Seputar TKI
Inilah Dua ABK Indonesia Korban Tragedi Berdarah di Kapal Ikan Taiwan
09 Mar 2019 22:17:30 WIB | Hani Tw | dibaca 3794
Ket: Kedua ABK Indonesia korban dirawat di RS Sri Lanka
Foto: Dokumen LPMI
Kaohsiung, LiputanBMI - Kedua Anak Buah Kapal (ABK ) Indonesia yang terluka parah akibat penyerangan diatas kapal penangkap ikan milik Taiwan yang dilarikan ke RS Sri Lanka alhamdulillah sudah mulai membaik.

Menurut keterangan Joko Adi Pribadi kepada LiputanBMI Sabtu (9/3), korban pertama yang mengalami luka parah di bagian perut adalah Mochamad Khotip dan sudah menjalani operasi empat hari yang lalu.

“Mochamad selesai operasi bagian perut empat hari yang lalu, kemarin dia sudah diijinkan pulang sementara ini tinggal di rumah salah satu petugas KBRI Sri Lanka untuk menjalani berobat jalan,” kata Joko Adi.

Sementara korban kedua Bayu Irawan yang terluka di bagian kepala dan tangan, juga sudah menjalani operasi tiga hari yang lalu dan hari Sabtu sore sudah di perbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya, untuk sementara drmh orang KBRI sambil berobat jalan

“Bayu Irawan yang luka di kepala sama tangan selesai operasi juga tiga hari yang lalu & sore ini (Sabtu ) di perbolehkan pulang dan akan dirawat sementara rumah salah satu petugas KBRI Sri Lanka sambil berobat jalan, “lanjut Adi.

Lanjut Joko, kedua ABK tersebut baik Bayu Irawan maupun Mochamad Khotip sama-sama berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Kebetulan Bayu adalah saudara ipar dari kapten kapalnya.

Menurut keterangan kedua korban yang di rawat di RS Sri Lanka, tidak ada satu orang pun ABK Indonesia yang meninggal dunia. Kedua korban yang meninggal ABK yang berasal dari Filipina.

Sampai saat ini mereka belum tahu bagaimana nasib dan keberadaan dari ke-9 orang ABK Indonesia yang lainnya, mereka sudah kehilangan kontak dengan teman-teman lainnya.

“Justru sampai saat ini Crew ABK Indonesia yang lainnya lose contact, nggak tau keberadaan mereka sekarang dimana,” ungkap Joko Adi.
“Apakah dari pihak BMI yang di Taiwan mungkin dengar kabar tentang keadaan ABK yang lainnya?” tanya Joko Adi kemudian.

Kabar terakhir yang berhasil dihimpun oleh koresponden LBMI (10/3), dari jumlah 9 orang ABK Indonesia 5 ABK yang masih belum diketahui nasibnya antara lain, ASEP SANTOSO, BAMBANG SUPRIYADI, IMAM SAYOGO, JULIYANTO, YOHANES AMRI MUSTADI sedangkan 4 orang lainnya Amir, Mohammad Ilahu, Feri, Isaki dikabarkan dalam keadaan selamat. Mereka (Khotip dan Bayu, red.) berharap teman-teman mereka dalam keadaan selamat dan baik-baik saja.

Joko Adi Pribadi, ia bukan salah satu ABK dari kapal Wenping, melainkan ABK dari kapal lain yang kebetulan sandar di Colombo, Sri Lanka. Mendengar informasi adanya ABK Indonesia yang menjadi korban penyerangan dari ABK Filipina yang dilarikan ke RS Sri Lanka, Joko langsung menghubungi petugas KBRI untuk memastikan dan akan menjenguknya.

“Saya tidak satu kapal sama korban, cuma kapal saya sandar di Colombo. Dengar info itu saya langsung menghubungi orang KBRI buat menjenguk dan melihat keadaan korban. Alhamdulillah sesama ABK Indonesia walaupun tidak satu kapal kami bisa bantuin jaga di RS setiap hari bergantian, "jelasnya.

"Saya minta doa dan dukungan teman-teman yang ada di Taiwan khususnya ABK, supaya Bayu dan Khotip segera sembuh serta ke-9 ABK lainnya salam keadaan selamat," pungkas Joko yang sedang dalam perjalanan pulang dari RS bersama Bayu Irawan.

Informasi terakhir dari ke-24 kru awak kapal, dua orang korban yang meninggal dunia akibat penyerangan tersebut ABK dari Filipina, dua orang ABK Indonesia terluka berat, 3 orang kapten kapal dan 1 ABK berhasil melompat ke laut dan berenang menuju kapal yang kebetulan berdekatan, 5 ABK juga berhasil diselamatkan ketika mereka sedang berenang meminta bantuan dan terlihat oleh awak kapal yang posisinya berdekatan, sementara 6 orang ABK yang melompat ke laut belum diketahui nasibnya.
(HNI/IYD, 09/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-