Berita > Ekosospol
Taiwan Izinkan 450 Pemuda Indonesia Ikuti Pelatihan Pertanian
09 Mar 2019 17:01:32 WIB | Yully Agyl | dibaca 1150
Ket: Chen Chi-chung (陳吉仲, kanan kedua)
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Dewan Pertanian Taiwan akan mengizinkan lebih dari 400 pemuda Indonesia ke Taiwan untuk bekerja di bidang pertanian yang saat ini kekurangan tenaga kerja.

Ketua Dewan Pertanian (COA) Chen Chi-chung (陳吉仲), pada sidang legislatif, Jumat (8/3/2019), mengatakan sekitar 450 warga negara Indonesia muda akan tiba di Taiwan pada bulan April dan belajar keterampilan pertanian di pusat penelitian dan penyuluhan pertanian Taiwan selama dua hingga empat minggu.

Mereka kemudian akan menerapkan pengetahuan itu untuk bekerja di berbagai pertanian di seluruh Taiwan. Tetapi, Chen tidak menyebutkan berapa lama mereka akan bisa tinggal di Taiwan untuk bekerja.

Sebagaimana dilansir CNA, Jumat (8/3), menurut kepala pertanian, program ini berpola pada sistem magang yang dilakukan oleh pemerintah Jepang. Yang memungkinkan perusahaan Jepang untuk menerima pekerja terampil asing dari negara berkembang untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja.

Program itu telah menguntungkan Jepang dengan membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja sambil juga memberikan keterampilan magang yang bisa mereka bawa pulang dan gunakan untuk mengembangkan negara mereka sendiri.

Langkah-langkah lain juga sedang direncanakan oleh lembaga pemerintah lainnya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja pertanian Taiwan.
Kementerian Tenaga Kerja pada 30 Januari menyetujui penggunaan pekerja asing di sektor peternakan sapi perah dan pameran pertanian. Kebijakan tersebut akan berlaku paling cepat di bulan Juli.

Pada sidang legislatif yang sama, Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) Chiu Yi-ying (邱 議 瑩) menanyakan, apakah sektor pertanian Taiwan akan dapat memasok makanan ke Jepang selama Olimpiade Tokyo 2020.

Chen mengatakan pemerintah sedang mengerjakan dua strategi untuk mencapai tujuan. Salah satunya adalah membantu petani Taiwan mematuhi standar keamanan pangan Jepang dan yang lainnya adalah menstabilkan dan terus meningkatkan volume ekspor ke Jepang bahkan ketika harga berfluktuasi.
(YLA/YLA, 09/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-