Berita > Seputar TKI
Imigrasi Malaysia Sita 1.150 Paspor dan Permit Kerja Palsu
08 Mar 2019 18:41:11 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 418
Ket: Datuk Khairul (tengah) menunjukkan 1,150 pasport dan PLKS palsu yang disita
Foto: Kosmo Online
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) menyita 1.150 paspor berbagai negara dan Pas Lawatan Kerja Sementara (PLKS) atau permit kerja palsu yang didalangi oleh warga Banglades dan warga lokal dalam dua kali penggerebekan di Ampang dan Subang Jaya, Selangor minggu ini.

Ketua Pengarah JIM, Datuk Khairul Dzaimee Daud mengatakan, dalam operasi pertama pada Selasa (5/3) lalu, pihaknya menggerebek sebuah rumah di Taman Pandan Ria, Ampang.

Dalam penggerebekan itu, JIM menyita 110 paspor warga Banglades, termasuk tiga paspor palsu. Selain itu, JIM juga menyita tujuh lembar pelekat (stiker) Jabatan Imigresen Malaysia, 40 keping sijil pendaftaran vendor palsu, enam telepon genggam dan tiga laptop.

“Sebanyak delapan orang lelaki warga Banglades berusia sekitar 30 hingga 46 tahun ditahan. Lima dari delapan lelaki itu ditahan karena tidak mempunyai dokumen perjalanan yang sah, sedangkan dua orang lagi mempunyai paspor dan seorang memiliki paspor palsu. Sindikat ini diduga telah aktif menjalankan kegiatan pemalsuan paspor dan PLKS sejak tiga tahun lalu,” kata Datuk Khairul seperti dilansir Kosmo Online, Kamis (7/3).

Sementara dalam operasi kedua di Subang Jaya, Rabu (6/3), JIM menyita 1.040 paspor yang terdiri dari 645 paspor berbagai negara, kebanyakan paspor Banglades dan 389 paspor tamat tempoh (habis masa berlaku) serta enam paspor palsu.

“Berdasarkan hasil penyidikan, sindikat yang didalangi sembilan warga Banglades dan seorang warga tempatan menyediakan PLKS untuk warga asing seharga RM2,500 hingga RM3,000 dengan menggunakan dokumen yang mencurigakan. Sindikat ini juga dipercayai aktif menjalankan kegiatan tersebut sejak enam tahun lalu dan telah memproses permohonan pemalsuan PLKS dari kira-kira 20 syarikat,” kata Datuk Khairul.

Dengan tertangkapnya dua sindikat ini, JIM memperkirakan telah mengalami kerugian sebanyak RM7.2 juta dalam masa tiga tahun. Jumlah tersebut diasumsikan dari pembayaran levi PLKS sektor perkhidmatan apabila mereka membuat permohonan pas lawatan itu secara sah kepada JIM.
(FK/FK, 08/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-