Berita > Seputar TKI
Dua ABK Indonesia Korban Tragedi Berdarah Dirawat di RS Srilangka
07 Mar 2019 22:16:31 WIB | Hani Tw | dibaca 947
Ket: Pelaku ABK asal Filipina menyerahkan diri dalam kepungan tim khusus patroli laut Taiwan
Foto: 聯合報
Kaohsiung, LiputanBMI - Dua orang Anak Buah Kapal (ABK ) asal Indonesia yang menjadi korban penyerangan diatas kapal penangkap ikan berhasil diselamatkan dan dibawa ke RS Srilangka pada 2 Maret 2019 karena mengalami luka berat.

Kejadian tersebut saat kapal penangkap ikan berbendera Taiwan Wenping (穩鵬號) berada di Samudera Hindia dekat kepulauan Mauritius pada Rabu (20/2) pukul 1:44 dini hari waktu setempat, tiba-tiba ABK Filipina kalap tidak terkendali melakukan penyerangan terhadap beberapa awak kapal lainnya.

Dua orang korban meninggal dunia akibat penyerangan tersebut, beberapa orang mengalami luka, 6 orang melompat ke laut dan sisanya berhasil diselamatkan oleh kapal penangkap ikan yang kebetulan posisinya berdekatan.

Sebagaimana dilansir United Daily News (3/3), dirjen kelautan Taiwan begitu menerima kabar tersebut segera mengirim tim khusus dari dinas patroli laut untuk segera meluncur ke TKP melalui bandara Taoyuan menuju Srilangka (2/23).

Perjalanan diteruskan dengan menyewa kapal penangkap ikan Zhaofeng No.277 (兆豐277號) yang membutuhkan waktu selama tujuh hari untuk sampai ke lokasi kapal.

Untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku, tim khusus patroli laut mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam kapal karena semua pintu terkunci dari dalam.

Pagi harinya mereka memutuskan untuk mencoba dengan membuat panggilan supaya pelaku menyerah sendiri sambil membaca situasi dan mempelajari apa yang menjadi kebiasaan pelaku.

Langkah pertama yang dilakukan tim patrol tidak membuahkan hasil, malam harinya untuk kedua kalinya mencoba lagi. Salah satu anggota tim berteriak dengan hati-hati, dalam waktu 5 menit pelaku melalui pengeras suara menyatakan kalau ia mau menyerahkan diri.

Pelaku melompat ke laut lalu berenang ke arah kapal Zhaofeng No. 277, kemudian tim patrol menangkap dan mengamankannya di kapal tersebut untuk dibawa pulang ke Taiwan menjalani proses selanjutnya
(HNI/IYD, 07/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-