Berita > Seputar TKI
BPJS – Socso Teken MoU, PMI di Malaysia Dapat Perlindungan Sama dengan Pekerja Lokal
04 Mar 2019 21:32:32 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 432
Ket: Mohammed Azman (right) exchanging the signed documents with Agus
Foto: NSTP/AZHAR RAMLI
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Organisasi Jaminan Sosial (Socso) Malaysia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam upaya menciptakan sistem jaringan berbagi informasi yang lebih sistematis untuk melindungi pekerja Indonesia di Malaysia.

MoU ditandatangani oleh Chief Executive Officer (CEO) Socso, Datuk Seri Dr Mohammed Azman dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto di Malaysia, Senin (4/3).

Dengan penandatanganan MoU ini, pekerja Indonesia akan menikmati manfaat jaminan sosial yang sama dengan pekerja lokal. Ini termasuk kelanjutan pembayaran untuk perawatan kesehatan, kecelakaan kerja, perlindungan dan dana pensiun.

“Kami memperkuat dan memperluas tunjangan jaminan sosial untuk semua pekerja sebelum mereka pergi bekerja di Malaysia. Kami akan menawarkan manfaat lengkap (tidak hanya, Red) bekerja di Indonesia, tapi juga saat bekerja di Malaysia dan saat sudah kembali. Kerja sama ini akan berdampak pada semua pekerja Indonesia di Malaysia,” kata Agus sebagaimana dilansir New Straits Time (NST), Senin (4/3).

Menurut Agus,saat ini ada 350.000 pekerja Indonesia sedang menunggu untuk datang ke Malaysia

"Kerja sama ini akan memastikan bahwa para pekerja Indonesia, yang sebagian besar akan dipekerjakan di sektor konstruksi dan pertanian akan menikmati perlindungan dan manfaat yang sama dengan pekerja lokal," tambahnya.

Penandatanganan MoU ini mengikuti langkah Kementerian Sumber Daya Manusia untuk mewajibkan pengusaha untuk membuat kontribusi Socso bagi 1,8 juta pekerja asing, terhitung mulai 1 Januari 2019.

CEO Socso, Datuk Mohammed mengatakan pengumpulan informasi dan berbagi data akan memungkinkan kedua pihak untuk menangani masalah yang dihadapi sebelumnya, terutama dalam hal metode pembayaran dan penerimaan. Dia mengatakan kerja sama serupa akan diperluas ke negara-negara lain yang memasok pekerja asing seperti Nepal dan Bangladesh.


(FK/FK, 04/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-