Berita > Seputar TKI
Polisi Gadungan Yang Tipu PMI, Ditangkap Polres Cirebon
23 Feb 2019 16:56:05 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 771
Ket: TR alias BWT Polisi gadungan yang tipu PMI ditangkap polres Cirebon
Foto: KBRN
Cirebon, LiputanBMI - Aksi TR alias BWT (38 tahun) warga Kejaksaan, Kota Cirebon yang menipu dengan berpura-pura menjadi polisi berpangkat Briptu yang berdinas di Dir Intelkam Polda Jawa Barat berakhir sudah usai dicokok oleh Satreskrim Polres Cirebon Kota.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldi didampingi Kasat Reskrim AKP Deni Sunjaya mengatakan bahwa Modus TR awalnya membuat akun Facebook palsu dengan nama Willy Welay dan menipu Riri yang menjadi TKI di Taiwan.

"Ini TR alias BWT bikin akun Facebook dengan foto menggunakan baju dinas polisi dengan keterangan bertugas sebagai anggota Dir Intelkam Polda Jabar, akhirnya TR berkenalan dengan Riri warga Kota Cirebon yang bekerja di Taiwan, akhirnya Riri pun terjerat tipu daya asmara TR sampai diperas selama 5 kali dengan total uang Rp.7 juta. Merasa janggal keluarga Riri pun melaporkan TR ke Polres Ciko yang kemudian langsung melakukan penyelidikan serta penangkapan," ujar AKBP Roland di Mapolres Cirebon Kota, Jumat (22/2/2019).

Pelaku TR ditangkap anggota Satreskrim yang dipimpin AKP Deni Sunjaya saat makan siang di salah satu rumah makan di Jalan Siliwangi Kota Cirebon tanpa perlawanan lengkap dengan barang bukti KTA polisi atas nama Willy Teguh Pangkat Briptu anggota Dir Intelkam Polda Jabar, 1 Setel seragam Polri dan 1 Unit Komputer.

Pelaku pun tidak berkutik dan hanya bisa pasrah dibawa ke Mako Polres Cirebon Kota. Pelaku pun mengakui perbuatannya dan telah meminta uang sebanyak 5 kali dengan total Rp 7juta.

"Kami himbau jangan mudah terbujuk rayu terutama di medsos yang mengaku sebagai anggota polisi, kalau ada yang rayu terus minta uang laporkan ke polres Kota, jangan takut," ucap Roland.

Atas Perbuatannya pelaku TR alias BWT dijerat Pasal 35 UU RI Nomor 29 19 tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE Jo Pasal 378 dan atau pasal 263 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 Tahun Penjara dan denda Rp.12 milyar.

Sumber: KBRN, Cirebon
(JWD/JWD, 23/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-