Berita > Seputar TKI
Akibat Terlambat Masuk Asrama, PMI Taiwan Terkena Sanksi
09 Feb 2019 22:12:12 WIB | Hani Tw | dibaca 1593
Ket: PMI di Taiwan
Foto: Asia Times
Taipei, LiputanBMI - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor Manufaktur di Taiwan bernama Shunan (nama panggilan di Taiwan) terkena sanksi larangan keluar asrama oleh mandornya selama dua Minggu hanya karena terlambat masuk asrama. Demikian ditulis oleh pemilik akun Facebook Ching Feng pada Selasa 5 Februari 2019.

Dalam tulisan di status facebooknya Ching Feng merasa sangat kasihan sekali terhadap Shunan, karena telat beberapa saat masuk ke asrama, terkena sanksi keluar selama Hari Raya Musim Semi.

"Apakah perusahaan ini, jika ada yang melakukan kejahatan wajib menghukumnya, apakah hukuman itu termasuk pelanggaran prinsip proporsionalitas?," tanya Ching Feng dalam status facebooknya.

Ching Feng mengatakan, dalam asrama tersebut tertulis di atas kertas yang menempel dipapan pengumuman perusahaan oleh pihak mandor tentang pemberitahuan berupa pelanggaran terhadap aturan yang ditetapkan oleh perusahaan dan denda tidak boleh keluar dari asrama selama dua minggu.

Adapun PMI itu sendiri melalui akun facebooknya (4/2), menulis status dalam bahasa Jawa "telate se delat ora olih metu rong minggu, libur panjang ya percuma di kandang mah.. ya gering ky kenen mah ( terlambat sebentar tidak boleh keluar dua minggu, percuma libur panjang di kandang, bisa sakit kayak begini)".

Tidak diketahui secara jelas PMI tersebut terlambat karena masalah apa, akan tetapi membuat banyak kontroversi sebagian yang komentar di status facebooknya. Ada yang komentar bahwa perusahaan tersebut memberikan hukuman itu sudah keterlaluan, termasuk pelanggaran kebebasan individu. Ada juga yang menulis komentar harus dilihat dulu permasalahannya baru menilainya.

Sementara itu salah satu PMI yang bekerja di pabrik pengolahan daging mentah kota Pingtung, Taiwan, Surya mengatakan bahwa setiap perusahaan mempunyai peraturan sendiri sekaligus dendanya. Ini dilakukan supaya para pekerjanya baik pekerja lokal maupun pekerja migran bisa disiplin dan mentaatinya.

"Memang aturan untuk beberapa asrama pabrik ketat, sebenarnya ada baiknya juga bagi kita, "jelasnya saat dihubungi LiputanBMI.

Menurutnya, PMI harus mentaati peraturan dimana kita bekerja, apalagi bekerja di Taiwan. Jika berani melanggarnya maka kita juga harus menerima resikonya.

"Aturan orang Taiwan jangan kita langgar, kalau mau melanggar resikonya tahu sendiri, menang jadi arang kalah jadi debu, "pungkasnya.


(HNI/IYD, 09/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-