Berita > Seputar TKI
Provinsi Peti Mati, Awal 2019 NTT Dapat Kiriman 13 Jenazah PMI
02 Feb 2019 22:27:51 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1634
Ket: kedatangan jenazah (alm) Jeckson Fahik Guteres
Foto: Maria/SBMI NTT
Kuching, LiputanBMI - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus mendapat kiriman jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri. Di awal tahun 2019, NTT telah mendapat kiriman 13 jenazah PMI yang sebagian besar meninggal dunia di Malaysia.

Jenazah PMI ke-13 atas nama Jeckson Fahik Guteres (18) asal Kabupaten Belu yang meninggal dunia karena kecelakaan di Malaysia tiba di Terminal Cargo Bandara El Tari, Kupang , Jumat (1/2) sekitar pukul 22.00 WITA.

“Almarhum Jeckson mengikuti kedua orang tuanya ke Malaysia sejak usia tujuh tahun. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan jalan raya di Pesisiran Pantai Miri, Serawak, Malaysia. Semasa hidupnya, almarhum pernah dua kali berlibur ke NTT,” kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) NTT, Maria Hingi yang ikut menjemput jenazah ke bandara, Jumat (1/2).

Menurut Maria, pemerintah NTT perlu melakukan investigasi secara serius untuk mengetahui penyebab adanya jenazah yang masih terus menerus berdatangan dari negara tempat PMI bekerja.

“Pemerintah NTT harus lebih inten untuk mencari tahu apa persoalan/penyebab sehingga PMI terus menerus meninggal di negara penempatan dan itu harus kerja sama dengan pemerintah pusat. Selain itu juga perlu lebih diperketatkan di hulu sehingga PMI berangkat secara resmi, tidak hanya asal berangkat saja,” katanya.

Sementara menurut keterangan aktivis Jaringan Relawan untuk Kemanusiaan Kupang (J-RUK), Ardy Milik, dalam kurun waktu antara 1 Januari hingga 2 Februari 2019 sebenarnya ada 15 PMI asal NTT yang meninggal di luar negeri. Namun, ada dua jenazah yang belum dipulangkan ke NTT.

“Totalnya sudah 15 PMI. Ada lagi dua jenazah yang belum dipulangkan ke NTT. Satu meninggal di Taiwan dan satunya lagi di Malaysia. NTT masih menjadi provinsi peti mati,” kata Ardy kepada LiputanBMI, Sabtu (2/2).

(FK/FK, 02/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-