Berita > Seputar TKI
Sempat Telantar Akibat Tertipu Sponsor, 22 Orang Calon PMI Taiwan Mengadu ke SBMI
02 Feb 2019 15:50:40 WIB | Juwarih | dibaca 492
Ket: Ketua Umum SBMI, Hariyanto, saat diskusi dengan para calon PMI korban dugaan penipuan oleh pihak perekrut di Sekretariat SBMI di Jakarta, pada Jumat 1 Januari 2019.
Foto: SBMI
Jakarta, LiputanBMI - 22 dari 40 orang calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Malang, Jawa Timur dan dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah setelah beberapa bulan tidak kunjung diberangkat pihak perekrut ke Taiwan mengadu ke SBMI.

Kedua puluh orang tersebut Mengadukan permasalahannya ke Dewan Pimpinan Nasional Serikat Buruh Migran Indonesia (DPN - SBMI) di Jl. Pengadegan Utara I, No.1A, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (31/1/2019) malam.

Hal tersebut disampaikan Tim Advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nasional, Muhammad Koim, saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui sambungan telepon pada Jumat (1/2/2019).

"Dari 22 orang CPMI yang diduga menjadi korban penipuan oleh calo atau sponsor diantaranya 20 orang laki-laki dan sisanya perempuan, mereka dijanjikan oleh perekrut akan dipekerjakan ke Taiwan," ucap Muhammad Koim.

Koim mengatakan, mereka (CPMI) sudah 5 sampai 9 bulan menunggu proses pemberangkatan namun hingga sembilan bulan tidak ada kejelasan kapan akan diberangkatkan ke Taiwan, malah oleh sponsor asal Blitar CPMI diperintahkan untuk datang ke Jakarta.

"Setelah para korban tiba di Jakarta, mereka tidak bertemu dengan sponsornya, padahal sebelumnya berangkat janji akan dijemput di Stasiun Gambir. Pada saat dikonfirmasi via telepon oleh salah satu korban, Prapti mengaku masih di Indramayu," ujar pria asal Banyuwangi tersebut.

Masih kata Koim, akhirnya kedua puluh dua orang tersebut telantar dan terkatung-katung menunggu kabar dari si perekrut. Kemudian dari salah satu korban menghubungi Jiati Ningsih, Ketua DPW SBMI Jawa Timur.

"Atas koordinasi dengan mbk Jiati, para korban diarahkan untuk mengadu ke SBMI Nasional. Karna ada salah satu dari korban tersebut pernah mengikuti kegiatan SBMI di Tulungagung," tutur Koim.

Lanjutnya, dari hasil perekrutan calon PMI ke luar negeri ini, Koim menduga pihak perekrut telah berhasil menipu para korban dengan modus lowongan kerja ke Taiwan.

"Korban mengaku sudah menyerahkan uang ke sponsor ada yang baru Rp 5 juta, 10 juta dan 15 juta. Jumlah uang yang sudah diterima perekrut dari calon PMI mencapai angka Rp 700 juta," paparnya.

Sementara itu, ketua umum SBMI, Hariyanto menyampaikan pihaknya masih mendalami aduan dari para korban sebelum bertindak lebih jauh.

"Kami masih menggali dan mempelajari informasi-informasi terlebih dahulu dari para korban sebelum melangkah lebih lanjut," ujar Hariyanto.

Perlu diketahui, syarat menjadi Calo/Sponsor/Petugas Lapangan di atur dalam Pasal 13 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No.22 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
Syaratnya adalah sebagai berikut:
(1). Bukti terdaftar pada Disnaker di daerah rekrut.
(2). Bukti surat tugas dari PPTKIS.
(3). Bukti surat pengangkatan dari PPTKIS.

Sedangkan larangannya ada di pasal 14 yaitu Calo/Sponsor/ PL dilarang memungut biaya rekrut kepada calon PMI.
(JWR/IYD, 02/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-