Berita > Seputar TKI
Permudah Komunikasi dengan Perawat Pasien, Dokter Zhan Belajar Bahasa Indonesia
31 Jan 2019 18:54:39 WIB | Hani Tw | dibaca 340
Ket: Dr.Zhan saat menanyakan kondisi pasien kepada pekerja migran
Foto: pts tv
Taipei, LiputanBMI - Dokter Zhan Zhi-jun (詹智鈞) adalah salah satu dokter neurologi yang bekerja di RS Kristen kota Pingtung, Taiwan yang bisa berbahasa Indonesia.

Menurutnya, ia sadar bahwa kebanyakan pasiennya dijaga oleh perawat asing, agar bisa secara langsung berkomunikasi dengan pekerja migran untuk menanyakan kondisi pasien ia belajar bahasa Indonesia, selain itu juga belajar bahasa Tagalog dan Melayu.

Seperti diberitakan oleh PTS TV, (30/1) sejumlah 12 dokter di Taiwan yang fasih berbahasa negara Asia Tenggara, termasuk dr. Zhan, telah membentuk "Jaringan Perlindungan Medis" dengan tujuan supaya pekerja migran yang juga membayar biaya asuransi kesehatan setiap bulannya bisa menikmati hak yang sama dengan warga Taiwan. Mereka selama ini sering menghadapi kendala dalam masalah pengobatan terutama kurang lancarnya berbahasa mandarin.

Seperti kasus yang terjadi pada pasien (pekerja migran) Juli tahun 2017 lalu, di mana pihak agen menutupi kenyataan penyakit kanker yang diderita pasien, sehingga mengakibatkan tertundanya masa pengobatan juga tertundanya pasien tersebut untuk mengurus kepulangan. Inilah yang mendorong didirikannya "Jaringan Perlindungan Medis" yang diharapkan bisa dijadikan sebagai perisai pelindung bagi pekerja migran di Taiwan.

Di bawah bimbingan dr. Zhan, departemen neurologi RS Kristen Pingtung telah membangun lingkungan ramah untuk pekerja migran. Papan petunjuk dan bahkan pengumuman informasi kesehatan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Vietnam dan Inggris bisa ditemukan di berbagai pelosok rumah sakit.

Sementara itu, kepala perawat RS Kristen Pingtung, Qiu Yi-fan mengatakan bahwa banyak sekali perawat asing dari manca negara di sini. Mereka kebanyakan merawat pasien lanjut usia, dari mereka kita melihat banyak hal yang belum kita mengerti. Jika dalam pelayanan ada yang kurang baik maka kami akan berusaha memperbaikinya.
(HNI/IYD, 31/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-