Berita > Seputar TKI
Taiwan Butuh 400 Pekerja Migran di Peternakan Mulai Juli Mendatang
30 Jan 2019 22:39:58 WIB | Hani Tw | dibaca 1497
Ket: Suasana bekerja di peternakan sapi perah
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Departemen pengembangan tenaga kerja, kementerian tenaga kerja Taiwan melalui Kelompok Konsultasi Kebijakan tentang Perburuhan Transnasional (30/1/2019), menyetujui proposal yang diajukan oleh komite pertanian bahwa mulai Juli mendatang akan dilakukan percobaan perekrutan pekerja migran yang akan dipekerjakan di peternakan sapi perah.

Proposal yang diajukan sejak tahun 2016 tersebut belum mendapat persetujuan dari pemerintah dengan alasan supaya majikan tetap mau mempekerjakan pekerja lokal dan akan mendapatkan subsidi dari pemerintah sebesar NTD 8.000 juga tunjangan biaya transportasi NTD 3000.

Seperti dilansir Apple Daily (30/1/2019), sekretaris Eksekutif dari kantor Pengembangan Tenaga Kerja, departemen Pertanian dan Kehutanan, Cai Peijun (蔡佩君) menjelaskan bahwa pada tahun 2017 para majikan sudah mencoba merekrut pekerja lokal dengan gaji NTD 28.800, askes ditanggung majikan, ditambah subsidi pemerintah juga biaya transportasi, jika ditotal gajinya NTD 38.800, akan tetapi tidak ada yang bisa bertahan lama.

Pada awalnya, ada lebih dari 90 orang pekerja lokal yang mendaftarkan diri, akan tetapi setelah melewati masa pelatihan, mereka akhirnya tidak tahan dan mengundurkan diri, hanya tinggal 20 orang yang bisa bertahan.

Karena alasan itulah, tahun 2018 kemaren komite pertanian mengusulkan kembali proposal tentang rencana perekrutan pekerja asing yang akan dipekerjakan di peternakan sapi perah.

Cai Peijun juga mengatakan bahwa bekerja di peternakan sapi harus benar-benar pekerja keras, apalagi pada waktu-waktu tertentu harus bangun jam 4 atau 5 pagi mulai memeras susu. Kemudian dilanjutkan lagi bekerja selama 9 jam sehari, terkadang harus lembur sampai malam hari.

Adapun waktu dan jam kerja secara umum sulit diatur, ditambah rasa ketakutan akan hewan besar yang dihadapinya. Sebagian besar pekerja lokal hanya bisa bertahan selama tiga sampai lima hari kerja, setelah itu mereka berhenti bekerja.

Belum lama ini komite pertanian telah mempromosikan beberapa kelompok konseling yang tersebar di delapan kabupaten seperti Yunlin, Chiayi, Tainan, Taichung, Canghua, Nantou, Kaohsiung, dan Pingtung.

Untuk rencana sementara, komite pertanian mengatakan bahwa setiap kabupaten dan kotamadya dibatasi hanya bisa merekrut sebanyak 50 pekerja migran.
(HNI/IYD, 30/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-