Berita > Seputar TKI
Korban Tabrak Lari di Taiwan, Sulis Mantan PMI Empat Tahun Hidup Tanpa Tempurung Kepala
28 Jan 2019 22:17:46 WIB | Hani Tw | dibaca 3896
Ket: Kondisi perkembangan Sulis selama beberapa tahun terakhir
Foto: Dokumen Gerakan 100
Taipei, LiputanBMI - Sulistyah, potret salah satu pahlawan devisa yang menjadi korban tabrak lari, telah empat tahun lebih terbaring lumpuh tanpa daya tanpa tempurung kepala.

Mantan pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan, Sulistyah (45) sudah empat tahun lebih berbaring lumpuh di rumahnya, Desa Kedung Banteng, Kecamatan Bakung, Blitar, dengan ditemani adik dan anak laki-laki satu-satunya.

Berangkat melalui PT Dharmakarya Raharja, Tangerang pada tahun 2014 dan bekerja sebagai perawat pasien di kota Taichung, Taiwan. Namun takdir menentukan lain, Sulis, demikian ia dipanggil, menjadi korban tabrak lari ketika sedang keluar rumah.

Akibat kecelakaan tersebut, ia sempat dirawat di RS Zhong Shan, Taichung. Mungkin dikarenakan benturan yang keras saat terjadinya kecelakaan, pihak RS mengambil organ yang ada didalam perut untuk "dipindahkan" ke kepalanya.

Beberapa bulan dalam perawatan tidak banyak mengalami perubahan, akhirnya Sulis dibawa pulang ke Indonesia dan dirujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya yang kemudian tidak berapa lama dirawat, Sulis dibawa pulang ke rumahnya.

Sehari-harinya ia hanya mengkonsumsi susu yang direkomendasi oleh dokter melalui selang hidung sehingga ia mampu bertahan hidup hingga sekarang.

Seperti diceritakan Anton, salah satu anggota Gerakan 100 kepada LiputanBMI (28/1/2019), bahwa kondisi badannya sehat, hanya saja berat badannya makin lama makin menurun dan semakin kurus juga kondisinya makin lemah.

"Tempurung kepala bagian kiri makin lama makin ambles masuk ke dalam bahkan bisa dinyatakan sudah tidak ada tempurung kepala lagi, "jelas Anton yang melihat langsung keadaan Sulis.

Tidak sedikit organisasi di Taiwan yang telah membantu memberikan dana santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama PMI, untuk meringankan beban keluarga Sulis. Termasuk salah satunya "GERAKAN 100NT PMI TAIWAN PEDULI" yang setiap tahun datang ke rumahnya untuk mengirimkan bahan makanan (susu) dan bahan kebutuhan pokok lainnya
(HNI/IYD, 28/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-