Berita > Seputar TKI
Terus Berlanjut, Awal Tahun 2019 NTT Dapat Kiriman 7 Jenazah PMI
21 Jan 2019 20:34:29 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1031
Ket: kedatangan jenazah anak PMI di Bandara Kupang
Foto: Ardy/J-RUK
Nasional, LiputanBMI - Memasuki tahun 2019, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus mendapat kiriman jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sebagian besar meninggal dunia di luar negeri.

Dalam rentang waktu antara 1 - 21 Januari 2019, NTT telah mendapat kiriman tujuh jenazah termasuk seorang bayi anak PMI. Dari tujuh jenazah PMI tersebut, lima di antaranya meninggal dunia di Malaysia, sedangkan dua PMI lainnya meninggal di Riau dan Medan.

Menurut keterangan relawan Jaringan Relawan untuk Kemanusiaan-Kupang (J-RUK), Ardy Milik, jenazah ke-7 adalah seorang anak PMI yang meninggal di Malaysia. Jenazahnya tiba di Terminal Cargo Bandara El tari Kupang, Jumat, 18 Januari 2019.

Ardy berharap pemerintah segara mengambil sikap terkait masih banyaknya PMI asal NTT yang meninggal dunia.

“Pemerintah perlu segera mengambil sikap tegas untuk menghentikan situasi duka ini. Apalagi selama ini perwakilan pemerintah RI di Malaysia tidak bisa bekerja sama dengan baik dalam membantu pemulangan jenazah PMI,” kata Ardy.

Pemerintah, lanjut Ardy, harus menindak tegas pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan membongkar mafia perdagangan orang karena sebagian besar warga NTT yang menjadi PMI adalah korban TPPO.

Khususnya di NTT, kata Ardy, pemprov perlu merestrukturisasi Satgas Anti Trafficking agar bisa bekerja lebih maksimal.

Lebih dari itu, menurut Ardy, pemerintah perlu terus melakukan upaya pemberdayaan dengan program terpadu yang berpusat di desa agar warga mampu menghidupi dirinya.

“Desa seharusnya menjadi pusat ekonomi dan pusat kehidupan setiap keluarga. Dengan demikian, warga khususnya yang berada di desa-desa pedalaman tidak terpikir untuk bermigrasi ke luar daerah atau ke luar negeri dengan tujuan mencari kerja,” pungkasnya.

(FK/FK, 21/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-