Berita > Seputar TKI
Disekap dan Disiksa Majikan, PMI Diselamatkan Depnaker New Taipei City
20 Jan 2019 17:30:30 WIB | Yully Agyl | dibaca 749
Ket: PMI dan tissu penuh bercak darah karena dianiaya majikan
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) telah diselamatkan polisi dan pemerintah New Taipei City setelah dia mengalami siksaan majikannya, Sabtu (19/1/2019).

Sebagaimana dilansir CNA, Sabtu (19/1), menurut penyelidikan Depnaker New Taipei City, PMI itu dilarang keluar rumah selama beberapa bulan. Selain itu majikan juga memotong gaji selama beberapa bulan karena dianggap tidak bisa bekerja seperti yang diperintahkan. Majikan juga meelakukan pemukulan dan memberikan makanan yang tidak layak.

PMI yang dirahasiakan identitasnya itu bekerja pada majikan bermarga Lin sebagai pengasuh anggota keluarga lanjut usia yang sakit di Distrik Banqiao. Sebelumnya, pada 11 Januari lalu, seorang petugas dari depnaker yang melakukan kunjungan mendadak setelah menerima telepon dari yang bersangkutan yang mengeluh tentang situasinya.

Selama kunjungan petugas, dia berlari dengan cepat dari lantai dua ke lantai dasar, menunjukkan kertas toilet yang bernoda darah dan buku harian yang bertuliskan catatan pekerjaannya. Petugas telah berupaya mengambil pekerja itu dari rumah majikan dan akan menempatkannya di tempat penampungan, tetapi upaya itu dihalangi oleh majikan selama sekitar dua jam sampai polisi turun tangan dan pengambilan pekerja itu gagal.

Departemen tenaga kerja mengatakan bahwa sebelum penyelamatan pekerja yang dilakukan hari Sabtu, petugas telah berusaha mengunjungi kembali beberapa kali, tetapi majikan menggunakan berbagai alasan untuk mencegah petugas bertemu dengan pekerjanya. Bahkan, majikan membalas tuduhan kepada depnaker bahwa petugas tidak memiliki sopan santun saat bertugas dan menuduh memasuki kediamannya tanpa izin.

Saat ini, PMI telah diamankan di penampungan. Departemen tenaga kerja pemerintah Kota New Taipei hanya memiliki 41 petugas untuk mengawasi hampir 100.000 pekerja migran. Hal ini menciptakan tekanan luar biasa dan beban kerja yang berat.
(YLA/YLA, 20/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-