Berita > Seputar TKI
Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah PMI Indramayu dari Korsel
11 Jan 2019 02:16:16 WIB | Juwarih | dibaca 3654
Ket: Susana saat jenazah almarhum Hadi Anggoro tiba di rumah duka di rumah duka di Blok Resia, RT. 003, RW. 001 Desa Tambi Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis 10 Januari 2019, pukul 22.15 WIB
Foto: LiputanBMI.com
Indramayu, LiputanBMI - Isak Tangis keluarga dan para tetangga sambut kedatangan jenazah almarhum Hari Anggoro, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) manufaktur asal Indramayu, Jawa Barat yang meninggal dunia di Korea Selatan, akibat sakit paru-paru basah.

Jenazah tiba di rumah duka di Blok Resia, RT. 003, RW. 001 Desa Tambi Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kedatangan jenazah diantar oleh ambulance dari BNP2TKI, pada Kamis malam (10/1/2019)

Saat peti jenazah almarhum Hari Anggoro diturunkan dari mobil ambulance, istri, orang tua, dan keluarga almarhum mulai menangis histeris merasa kehilangan.

Selain keluarga dan para tetangga almarhumah, turut hadir dalam menyambut kedatangan jenazah di rumah duka dari pihak pamong Desa Tambi Lor, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, BP3TKI Bandung, TNI dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu.

Terpisah, Ketua pengurus Dewan Kehormatan Masjid (DKM) At-Taqwa, Chonan, Korea Selatan, Hermanto, saat dikonfirmasi LiputanBMI mengatakan, almarhum meninggal dunia pada Senin 7 Januari 2019 di rumah sakit Cheonan Chungmu General Hospital, Korea Selatan.

"Sebelum meninggal dunia, almarhum dirawat di rumah sakit Cheonan Chungmu sejak 31 Desember 2018," ucap Hermanto, kepada LiputanBMI, pada Kamis (10/1/2019).

Kata Hermanto, terkait hak-haknya almarhum Hadi Anggoro di Korea, ia mengatakan semuanya sudah diperjuangkan oleh TIM DKM At-Taqwa dan KBRI Seoul, Korea.

"Alhamdulillah, terkait haknya almarhum di sini semuanya sudah diselesaikan, tinggal nanti pihak KBRI Seoul yang menyerahkan ahli warisnya," pungkasnya.
(JWR/IYD, 11/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-