Berita > Seputar TKI
KBRI Singapura Serahkan Hak-Hak Nurhidayati ke Keluarga
04 Jan 2019 14:15:10 WIB | Juwarih | dibaca 2038
Ket: Prosesi serah terima oleh KBRI Singapura kepada keluarga almarhumah Nurhidayati di kampung halamannya di Blok Gandok, Desa Kenanga Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis 3 Januari 2019
Foto: KBRI Singapura
Indramayu, LiputanBMI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura menugaskan kedua orang stafnya,Yulinur Rudi Purnadi dan Zalfi, untuk menyerahkan hak milik Nurhidayati, berupa uang sisa gaji, uang duka, dan barang-barang pribadi almarhumah dari sang majikan kepada keluarganya di Indramayu, pada Kamis malam (3/1/2019).

Nurhidayati binti Wartono Surata (34), merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tewas dibunuh pacarnya bernama Ahmed Salim, pria warga Bangladesh di kamar hotel Golden Dragon, di daerah Geylang, Singapura pada Minggu (30/12/2018) lalu.

Secara langsung serah terima diberikan dari Yulinur Rudi Purnadi, perwakilan KBRI Singapura, kepada Warsem, ibu kandung korban, dengan disaksikan kerabat PMI dan Kepala Desa di blok Gandok, RT 015, RW 005, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sebelum menyerahkan hak milik almarhumah, pihak KBRI Singapura terlebih dahulu menyampaikan ucapan belasungkawa dan hal-hal yang akan diperjuangkan pihaknya dalam mengikuti proses hukum kedepannya.

"Kami berdua ditugaskan Pak Dubes untuk menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya putri Ibu dan bapak, semoga keluarga diberi ketabahan atas kejadian ini," ucap Yulinur Rudi Purnadi, staf Konsuler KBRI Singapura kepada keluarga.

Lanjutnya, Yulinur menyampaikan, pihak KBRI akan mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya.

"Apabila pelaku terbukti bersalah oleh pengadilan Singapura, Ahmed Salim terancam hukuman maksimal yaitu di gantung sampai mati,"

Mengenai hak asuransi kematian almarhumah, Yulinur mengatakan, pihaknya harus menunggu keluarnya keputusan dari pengadilan di Singapura setelah vonis dinyatakan bersalah untuk pelaku.

"Terkait asuransi, kami harus menunggu keluarnya keputusan dari pengadilan Singapura yang menyebutkan bahwa pelaku dinyatakan terbukti membunuh," paparnya.

Senada dengan KBRI Singapura, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, melalui Kepala Sub Direktorat Kelembagaan dan Diplomasi, Judha Nugraha, pihaknya akan terus memantau penyelidikan terkait kasus dan penegakan hukum yang dilakukan kepolisian Singapura.

"Kemlu dan KBRI akan terus pantau penyelidikan kasus dan penegakan hukum yang dilakukan aparat Singapura," ujarnya saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui pesan elektronik, pada Jumat (4/1/2019).

Sementara itu, Muradi, selaku perwakilan dari pihak keluarga korban menyampaikan ucapan terima kepada pemerintah dalam hal ini KBRI Singapura dan Kementerian Luar Negri RI, Kemenaker, BNP2TKI serta Pemda Indramayu yang sudah memberikan pelayanan terbaik bagi almarhumah Nurhidayati dan keluarganya.

"Kami perwakilan dari pihak keluarga almarhumah Nurhidayati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli terhadap almarhumah dan keluarga," pungkasnya.
(JWR/YLA, 04/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-