Berita > Seputar TKI
Enam Relawan PMI Jadi Pemandu di Stasiun MRT Taipei Pada Malam Tahun Baru
30 Dec 2018 22:21:33 WIB | Hani Tw | dibaca 1032
Ket: Pesta kembang api di gedung 101 Taipei City
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Pesta kembang api di gedung 101 di Kota Taipei merupakan salah satu tempat tujuan untuk merayakan pergantian tahun. Tahun ini untuk pertama kalinya Mass Rapid Transit (MRT) Taipei bekerja sama dengan Asosiasi Pengembangan Pekerja Asing Taiwan mengundang beberapa pekerja migran yang mahir berbahasa Mandarin untuk bekerja sebagai sukarelawan bahasa asing.

Sebagaimana dilansir United Daily News, Minggu (30/12), sore ini para relawan yang berasal dari Indonesia dan Vietnam tersebut mengadakan pelatihan di Stasiun MRT Taipei.

Pada Senin malam tanggal 31/12/2018, mereka akan menjadi pemandu dan memberikan bantuan di beberapa stasiun MRT yang ramai seperti St. Taipei, St. Taipei City /Hall, St. World Trade Center Station dan St.101.

Sementara itu Insinyur MRT Taipei Zhang Liwei (張立偉) mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pekerja migran dan pengunjung dari Asia Tenggara yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Tahun Baru yang diselenggrakan di gedung 101. Akan tetapi karena mereka tidak faham dengan bahasa mandarin, sehingga mereka kesulitan untuk melakukan perjalanan dan menyebabkan mereka kesasar.

Zhang Liwei juga menjelaskan bahwa sejak tahun lalu, MRT mulai menempatkan beberapa spanduk dalam bahasa Vietnam, Thailand, Indonesia, juga bahasa Melayu di pintu keluar stasiun MRT dekat 101 akan tetapi hasilnya juga terbatas.

Adapun ketua Asosiasi Pengembangan Pekerja Asing Taiwan Xu Ruixi (徐瑞希) mengatakan bahwa 12 sukarelawan yang akan bertugas tersebut, enam pekerja migran asal Vietnam dan enam pekerja migran Indonesia (PMI).

Mereka yang terpilih semuanya memiliki kinerja luar biasa dan juga telah lulus dalam tes bahasa Mandarin sehingga dalam berkomunikasi dalam bahasa mandarin serta bahasa negara asal tidak ada masalah.

Amini, salah seorang relawan dari PMI mengatakan bahwa meskipun ia kurang tertarik pada kembang api, tapi ia sangat senang diberi kesempatan membantu rekan-rekan senegaranya menggunakan MRT untuk bisa melihat kembang api di malam Tahun Baru.

Mereka juga akan bertanggung jawab untuk menginformasikan kepada pendatang asing selama naik MRT dilarang makan dan mengunyah permen karet, dan meminta kesadarannya kepada teman-teman pekerja migran lainnya untuk tidak menghalangi jalan para penumpang lainnya.
(HNI/IYD, 30/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-