Berita > Ekosospol
Mulai Januari, WNA yang Bawa Produk Daging Berisiko Ditolak Masuk Taiwan
27 Dec 2018 23:10:52 WIB | Yully Agyl | dibaca 1026
Ket: Ilustrasi
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Mulai Januari 2019, warga negara asing yang tertangkap membawa produk daging dalam bentuk apa pun dapat ditolak masuk ke Taiwan. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah Taiwan untuk mencegah masukkan demam babi Afrika (ASF) dari luar negeri. Demikian kata Deputi Dewan Pertanian (COA) Menteri Lee Tui-chih (李 ι€€ δΉ‹), sebagaimana dilansir CNA, Kamis (27/12/2018).

Lee membuat pernyataan tersebut dalam sidang legislatif di Komite Ekonomi, yang sedang meninjau rancangan amandemen Pasal 34 tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular dan UU Pangan dan Pertanian.

Central Emergency Operations Center sedang mempertimbangkan perubahan kebijakan dalam menanggapi proposal oleh anggota parlemen, dan itu dapat diterapkan mulai awal Januari guna memperkuat upaya mencegah virus ASF yang sudah menyebar cepat di Cina.

Menurut Lee, kabinet dijadwalkan akan mengadakan pertemuan lintas-lembaga pada minggu pertama Januari guna merancang dan menerapkan tindakan pencegahan dan menangkal ASF.

Sejak 18 Desember, pemerintah telah meningkatkan denda bagi para pelancong yang membawa produk daging ke Taiwan, menaikkan denda minimum menjadi NTD 200.000 untuk pelanggar pertama kali dan NTD 1 juta untuk pelanggar berulang yang menyelundupkan produk daging dari negara yang terkena dampak.

Meskipun dijatuhi hukuman berat, beberapa penumpang masih tertangkap menyelundupkan produk daging ke Taiwan, 80% di antaranya berasal dari Tiongkok dan Vietnam. Hal ini mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan langkah-langkah lebih keras yang ditujukan pada warga negara asing yang melanggar peraturan.
(YLA/YLA, 27/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-