Berita > Ekosospol
Awal 2019, Gaji, Astek dan Askes di Taiwan Positif Naik
24 Dec 2018 00:06:20 WIB | Yully Agyl | dibaca 7153
Ket: Ilustrasi
Foto: LBMI
Taipei, LiputanBMI - Serangkaian peraturan baru akan mulai berlaku di Taiwan pada 1 Januari 2019, termasuk upah minimum bulanan dan per jam, otonomi pasien yang lebih besar dalam perawatan kesehatan dan peraturan yang lebih ketat untuk melaporkan pelanggaran lalu lintas.

Sebagaimana dikutip dari CNA, Minggu (23/12/2018), upah minimum bulanan di Taiwan akan meningkat sebesar NTD 1.100 dari NTD 22.000 menjadi NTD 23.100 mulai 1 Januari 2019, sedangkan upah minimum per jam akan meningkat sebesar NTD 10 dari NTD 140 menjadi NTD 150. Kenaikan upah diperkirakan akan melibatkan sekitar 1,8 juta karyawan, termasuk 1,36 juta pekerja Taiwan dan 438.000 pekerja migran.

Tingkat premi untuk asuransi biasa di bawah Sistem Asuransi Tenaga Kerja untuk individu yang diasuransikan melalui serikat kerja atau asosiasi nelayan juga akan meningkat dari 9,5% menjadi 10%. Langkah ini diperkirakan akan mempengaruhi 10,39 juta orang.

Selain itu, mulai dari 1 Januari, premi pensiun nasional akan dihitung sesuai dengan tingkat premi menjadi 9%, naik 0,5% dari saat ini 8,5%, dan ini mempengaruhi 3,21 juta orang, dengan premi bulanan naik dari NTD 28 untuk NTD 55 .

Sementara itu, dalam hal premi Asuransi Kesehatan Nasional, yang dihitung sebagai proporsi pendapatan, 170.000 orang dengan gaji bulanan berkisar dari NTD 22.801 - NTD 23.100 dan yang gaji dasarnya (jumlah di mana premi dihitung) adalah NTD 24.000 akan ada potongan premi bulanan sebesar NTD 13 karena gaji pokok mereka akan direvisi menjadi NTD 23.100.

Pada saat yang sama, 3,12 juta yang berpenghasilan dengan gaji dasar NTD 22.000 - NTD 22.800 akan mengalami kenaikan premi bulanan sebesar NTD 4 - NTD 15 karena gaji pokok mereka akan direvisi menjadi NTD 23.100. Perlu dipahami, kenaikan upah minimum bulanan tersebut berlaku untuk pekerja migran sektor formal, sedangkan kenaikan premi Asuransi Kesehatan Nasional berlaku untuk semuanya.
(YLA/YLA, 24/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-