Berita > Seputar TKI
Antisipasi Perdagangan Orang dari Desa, SBMI Lampung Timur Bentuk Komunitas Pencegahan TPPO
22 Dec 2018 22:22:17 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 364
Ket: Sosialisasi dan pembentukan Komunitas Pencegahan TPPO kerjasama SBMI dan KPP-PA
Foto: SBMI Lampung
Nasional, LiputanBMI - Kasus perdagangan orang (human trafficking) dalam konteks ketenagakerjaan sering kali terjadi akibat kurangnya pemahaman masyarakat tentang proses migrasi yang sesuai prosedur. Terutama di desa-desa, banyak warga yang berniat mencari rezeki di negeri orang malah jadi korban perdagangan orang.

Atas dasar itulah, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Lampung Timur bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) mengadakan sosialisasi sekaligus membentuk Komunitas Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di enam desa di wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Sosialisasi dan pembentukan Komunitas Pencegahan TPPO tersebut diadakan secara berturut-turut selama enam hari mulai tanggal 17 hingga 22 Desember 2018 di Desa Sumberhadi/Kec. Melinting, Desa Labuhan Ratu Tujuh/Kec. Labuhan Ratu, Desa Giriklopomulyo/Kec.Sekampung, Desa Buanasakti/Kec. Batanghari, Desa Margototo/Kec. Metro Kibang, dan Desa Gunung Pasir Jaya/Kec. Sekampung Udik.

“Setidaknya, komunitas ini bisa melakukan pencegahan TPPO mulai dari dirinya dan dari desanya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui pertemuan-pertemuan di tingkat desa,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SBMI Lampung, Yunita Rohani.

Lebih lanjut Yunita menjelaskan, pengurus Komunitas Pencegahan TPPO ini terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, guru, dan mantan PMI / anggota keluarga.

“Secara terus-menerus, komunitas ini akan memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara bekerja ke luar negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Jangan sampai warga terjebak oleh bujuk rayu calo hingga menjadi korban perdagangan orang,” jelas Yunita.

Pembentukan Komunitas Pencegahan TPPO di enam desa tersebut, kata Yunita, dikukuhkan oleh camat setempat atau yang mewakili. Hadir juga dalam setiap titik kegiatan pegawai dari Dinas KopUKMNaker Lampung Timur dan Dinas PP Dalduk Lampung Timur sebagai pemateri.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SBMI Lampung Timur, Sukendar selaku pemrakarsa acara ini berharap berdirinya Komunitas Pencegahan TPPO ini dapat membantu pihak desa dalam mencegah dan menanggulangi adanya tindak pidana perdagangan orang yang banyak mengorbankan PMI.

“Kami berharap, dengan dibentuknya komunitas ini, masalah-masalah terkait PMI bisa diminimalisir. Jika komunitas bisa melaksanakan fungsinya secara maksimal, kami yakin ini akan sangat membantu. Terima kasih kepada KPP-PA dan semua pihak yang ikut membantu menyukseskan acara ini,” kata Sukendar.

(FK/FK, 22/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-