Berita > Seputar TKI
Sakit Ginjal dan Paru Paru, Permintaan Terakhir PMI Asal Madura Ini Bikin Sedih
12 Dec 2018 02:38:17 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1726
Ket: M. Nawawih saat dibesuk Wartono, pengurus BMI-SA
Foto: LiputanBMI
Jeddah, LiputanBMI - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Madura, Jawa Timur, Mochamad Nawawih bin Mukdin hanya bisa terbaring lemas menahan sakit yang dideritanya di sebuah penampungan distrik Al Sulaymaniah, Jeddah. Menurut keterangan dokter, dia menderita penyakit ginjal dan paru-paru.

"Sudah dua kali dibawa ke rumah sakit tapi tidak ada perubahan dan sekarang batuk berdarahnya semakin parah. Kata dokter harus istirahat," ujar Wartono pengurus BMI-SA yang datang melihat kondisi Nawawih, Selasa (11/12/2018).

Mochamad Nawawih datang ke Arab Saudi pada tahun 2011 menggunakan visa kerja sebagai sopir perumahan di kota Riyadh. Karena gaji tidak dibayar, bapak delapan anak ini kemudian kabur ke Jeddah dan bekerja dengan status overstayer.

Saat dihubungi LiputanBMI, Nawawih mengaku sering sakit-sakitan semenjak ditinggal (meninggal dunia) sang istri satu tahun silam. Pria kelahiran 7 Oktober 1959 ini mengungkapkan keinginannya pulang ke Indonesia.

"Tolong bantu saya ingin pulang ke Indonesia agar bisa bertemu dengan anak-anak. Saya rela seandainya nanti pulang meninggal yang pentig saya sudah bertemu dengan anak," katanya dengan suara batuk-batuk.

Sementara itu Ketua DPWLN BMI-SA, Marwan MD mengatakatan pihaknya akan meminta bantuan KJRI Jeddah untuk membantu mengurus exit permit Mochamad Nawawih. Marwan mengaku prihatin banyak kasus PMI overstayer sakit di Jeddah.

"PMI overstayer yang sakit saat ini tidak bisa diterima rumah sakit umum Arab Saudi secara gratis, harus bayar dengan biaya yang sangat mahal. Semoga hal ini jadi pelajaran bagi yang lain agar jika punya gangguan kesehatan harus segera pulang ke Indonesia, jangan menunggu sakitnya parah," tandasnya.
(IYD/IYD, 12/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-