Berita > Ekosospol
Pengurus Masjid An-Nur Tongkang, Pingtung Terima Penghargaan dari Pemerintah Taiwan
11 Dec 2018 21:48:05 WIB | Yully Agyl | dibaca 1035
Ket: Penyerahan penghargaan oleh Mendagri Taiwan kepada pengurus Masjid An-Nur Tongkang Pingtung
Foto: Waslul Mubarok
Kaohsiung, LiputanBMI - Membangun masjid di negara yang umat Islam-nya masih menjadi minoritas bukanlah hal mudah. Namun, pemerintah Taiwan melalui Menteri Dalam Negeri sangat mengapresiasi berdirinya masjid An-Nur Tongkang, Pingtung, dengan memberikan penghargaan kehormatan kepada Muksin dan pengurus yang memprakarsai berdirinya masjid.

Penghargaan diberikan di Taichung pada Minggu (9/12/2018) dalam perayaan menandai Hari Migran Internasional yang jatuh pada tanggal 18 Desember.

Pengurus masjid An-Nur,Tongkang, Waslul Mubarok, menuturkan ikut merasa bangga dan senang atas perhatian, penghargaan dan dukungan dari pemerintah Taiwan.

"Tentu saja merasa senang sekali. Perjuangan, pengorbanan Pak Muksin dan kami semua diapreasiasi pemerintah Taiwan, bahkan juga memberikan dana ke Masjid Tongkang," ungkap Waslul Mubarok kepada LiputanBMI, Selasa (11/12/2018).

Muksin, kala itu (tahun 1999) adalah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) ikan. Keinginan membangun tempat ibadah, menjadikan semangat untuk menggalang dana sedikit demi sedikit dengan teman-teman lainnya. Setelah beberapa tahun penggalangan dana, pencarian lokasi yang tepat dan pengurusan izin dari pemerintah Taiwan, akhirnya Masjid An-Nur selesai dibangun dan diresmikan pada 18 Februari 2018 lalu.

Masjid An-Nur menjadi masjid pertama di daerah Pingtung dan masjid ke-8 yang didirikan di Taiwan. Dengan dana yang terkumpul dan digunakan saat itu mencapai NTD 7 juta (setara Rp 3.290.000.000 krus saat ini).

"Untuk rencana ke depannya, inshaa Alloh sudah ada persiapan sebagai kepengurusan masjid, sebab di pelabuhan Tongkang apa bila ada salah satu pengurus yang pulang dan tidak berangat lagi ke Taiwan, kita semua berusaha saling mencari pengganti pekerja dengan orang yang berbakat, khususnya yang kerja di kapal harian," jelas Waslul.

Keberadaan Masjid An-Nur dengan tiga lantai ini menjadi tempat multi fungsi bagi para PMI dan WNI khususnya daerah Pingtung.
Dari kegiatan keagamaan, sosialisasi ketenagakerjaan, dan kegiatan lainnya.

Selain Muksin sebagai pemrakarsa berdirinya Masjid An-Nur, Waslul Mubarok dan Sugiri sebagai pengurus juga mendapatkan penghargaan yang sama. Sementara PMI lain yang mendapatkan penghargaan adalah perwakilan dari FOSPI dan juga Pindy Windy yang memprakarsai gerakan kerja bakti di Taichung.

"Kami sangat berterima kasih untuk para imigran baru yang telah bergabung dengan kami untuk menjadi bagian dari Taiwan. Mereka membawa energi baru dan meremajakan negara," ungkap Mendagri Taiwan, Hsu Kuo-yung (εΎεœ‹ε‹‡) seperti dikutip CNA, Minggu (9/12/2018) saat perayaan tersebut.
(YLA/YLA, 11/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-