Berita > Seputar TKI
Pekerja Indonesia di Taiwan Diduga Aniaya Balita Hingga Meninggal
10 Dec 2018 12:51:55 WIB | Hani Tw | dibaca 2200
Ket: Foto SR dan bayi sebagai korban penganiayaan
Foto: appledaily
Taipei, LiputanBMI - Seorang PMI overstayer diduga telah menganiaya bayi yang berumur 7 bulan dengan menghantamkan kepalanya menggunakan benda keras sehingga menyebabkan bayi tersebut harus menjalani operasi pembedahan bagian kepala pada Minggu (9/12/2018) kemarin.

Hari ini Senin (10/12/2018) pukul 12:48 siang pihak rumah sakit mengabarkan bahwa bayi tersebut telah meninggal dunia.

Bayi tersebut adalah anak kedua dari sepasang suami istri PMI yang bekerja dan tinggal di daerah Tucheng, New Taipei City. Mereka menitipkan anaknya kepada SR untuk merawatnya. Suami bekerja sebagai tenaga kerja bangunan, sedangkan istrinya adalah PMI ilegal. Sebelumnya mereka juga telah mempunyai anak laki -laki yang dititipkan di yayasan penampungan anak di daerah Wenshan, Taipei City.

Seperti dilansir media Appledaily (10/12/2018) kejadian tersebut berawal ketika SR mengetahui bayi yang dijaganya tiba- tiba drop, tidak bergerak. Ia langsung menghubungi ayah dari bayi untuk segera membawanya ke rumah sakit.

Sementara itu SR sendiri yang berstatus overstayer merasa khawatir ditangkap polisi, setelah mengantarnya ia menghilang meninggalkan orang tua dari bayi di ruang ICU untuk menunggui anaknya.

Menurut keterangan dokter, bayi tersebut mengalami luka akibat hantaman benda keras pada bagian kepala sehingga harus dilakukan tindakan operasi pembedahan. Kemungkinan umur bayi tersebut tidak bisa bertahan lama. Melihat keadaan seperti itu, ayahnya hanya bisa pasrah dan mengatakan biarkanlah ia (anaknya) meninggal dengan tenang.

Sementara itu, polisi akhirnya berhasil menangkap SR di rumah salah satu temannya di wilayah Sanchong. Saat diinterograsi polisi, SR mengatakan kejadian tersebut berawal karena bayi tersebut menangis terus pada malam hari sehingga ia tidak bisa tidur.

SR menambahkan, ia mengelak kalau telah menghantam bayi tersebut, ia mengatakan kalau malam itu bayi menangis terus kemudian ia berusaha untuk menenangkannya, akan tetapi tetap saja menangis. Akhirnya ia mengangkat bayi tersebut dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah kemudian mengayun-ayunkan tubuhnya, tanpa disadarinya kepala bayi terbentur benda keras. Ia bersama teman lainnya berusaha melakukan pertolongan akan tetapi bayi tersebut tetap diam tak bersuara.


Saat ini SR, bersama dengan kedua orangtua bayi tersebut sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.
(HNI/IYD, 10/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-