Berita > Seputar TKI
Akibat Tinggi Badan Dipalsukan, PMI Asal Blitar Dihina Majikan
09 Dec 2018 22:06:50 WIB | Hani Tw | dibaca 1018
Ket: Foto calon PMI (ilustrasi)
Foto: Internet
Chiayi, LiputanBMI - Salah satu PMI asal Blitar (NS) menjadi korban pemalsuan data tinggi badan yang dilakukan oleh PJTKI yang memberangkatkan sehingga mendapat penghinaan dan celaan dari majikannya.

PJTKI yang beroperasi di wilayah Jawa Timur tersebut, karena tidak mau rugi juga untuk mempercepat proses keberangkatan NS, mereka melakukan pemalsuan berkas yang dikirim ke calon majikan dengan cara mengganti biodata tinggi badan dari 140 cm diubah menjadi 155cm.

Tiga bulan yang lalu NS diberangkatkan ke Taiwan dan dipekerjakan sebagai perawat lansia dengan kondisi lumpuh di daerah Chiayi, Taiwan Selatan.

Selama tiga bulan ia bukannya merasakan nyaman dalam bekerja tapi justru mendapatkan makian dan hinaan dari majikan yang merasa tertipu dengan keadaan NS sebenarnya.
Anehnya majikan tidak mau memutuskan kontrak supaya NS bisa pindah majikan akan tetapi mengharuskan NS pulang ke negaranya.

Akhirnya NS melaporkan kasusnya ke pihak Ganas SPA Community melalui Fajar untuk meminta bantuan.

"Sambil menangis NS melaporkan kasus yang menimpanya ke saya, "demikian dijelaskan Fajar melalui pesan singkat kepada liputanBMI (9/12/2018).

Lanjutnya, Ganas SPA Community langsung menghubungi pihak PJTKI, akan tetapi pihak PJTKI bukannya membantu memberikan solusi justru memberikan jawaban yang sangat menjengkelkan.

"Sudah pendek mau macem-macem dia (NS), kalaupun pulang dia harus ganti biaya proses dong," kata Fajar menirukan jawaban dari salah satu karyawan dari PJTKI tersebut.

Sementara dari pihak agen juga tidak mau bertanggung jawab dengan mengatakan bahwa kasus ini kesalahan berawal dari PJTKI yang tidak jujur. Agen juga tidak mau membantu mencarikan majikan karena pesimis dengan postur tubuh NS yang pendek.

"Barusan kami ditelepon oleh NS mengatakan bahwa besok akan dijemput agen untuk diantar ke calon majikan baru tandatangan kontrak ganti majikan, "ungkap Fajar.

Saat ini pihak PJTKI tersebut sudah dilaporkan ke BNP2TKI untuk ditindaklanjuti supaya tidak ada korban lagi.


(HNI/IYD, 09/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-