Berita > Ekosospol
Sosialisasi Pemilu ke BMI, PPLN Jeddah: Kita Bukan Cebong dan Kampret
07 Dec 2018 20:59:43 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 871
Ket: Sosialisasi pemilu 2019 PPLN Jeddah bersma BMI-SA
Foto: Didin Jepret
Jeddah, LiputanBMI - Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) wilayah Jeddah menggelar sosialisasi Pemilu 2019 kepada puluhan pengurus dan anggota Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia (BMI-SA) di peristirahatan Annur, Roheli pada Jumat (7/12/2018) pagi. PPLN Jeddah juga membagikan puluhan kalender pemilu 2019.

Pada kesempatan tersebut, anggota PPLN Jeddah, Umar Badarsyah yang didampingi Satria Antoni mengingatkan pentingnya menjaga persatuan antar pekerja migran di Arab Saudi. Hal itu dikatakan Umar mengingat suhu politik yang semakin panas menjelang pemilu 2019.

"Kita bukan cebong dan kampret. Tapi kita adalah bangsa yang besar dan harus menjaga persatuan," ujar Umar.

Selain itu, pria yang juga menjabat Pelaksana Fungsi Konsuler V KJRI Jeddah itu mengajak masyarakat untuk kembali mengecek di website www.e.pplnjeddah.org guna memastikan data yang dikirim sudah diverifikasi PPLN. Pendaftaran yang sudah tiga kali diperpanjang itu akan ditutup pada 10 Desember 2018.

Umar Badarsyah juga mengungkapkan bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berstatus overstayer dapat menggunakan hak pilih dengan syarat harus mengetahui Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau surat A5 dari pemerintah daerah setempat.

"Bapak Ibu yang overstayer harus mengetahui NIK atau minta surat A5 dari Desa. Nanti informasikan kepada kami agar dibantu teknis pendaftarannya," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Head of Telin KSA, Lilik Sugiarto mengamini ucapan Umar Badarsyah tentang kebanggaan menjadi bangsa Indonesia. Salah satu kebanggaan tersebut diungkapkan Lilik yaitu tentang Telkom milik BUMN yang memiliki kabel fiber optic bawah laut hampir ke penjuru dunia.

"Telkom memiliki sekitar 200 ribu Km kabel fiber optic bawah laut yang terhubung ke penjuru dunia. Artinya panjangnya ini 5 kali lipat keliling dunia, maka kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang bisa saja sejajar dengan bangsa Eropa dan Amerika," terangnya.

Sebagai kepeduliannya kepada pekerja migran Indonesia di luar negeri, lanjut Lilik, Telkom yang mempunyai anak perusahaan Telin membuat sebuah aplikasi As2in1 Mobile yang bisa di download secara gratis di Playstore dan AppsStore untuk membantu komunikasi yang mudah dan hemat.
(IYD/IYD, 07/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-