Berita > Seputar TKI
270 PMI di Singapura Lulus Pelatihan Development Program
02 Dec 2018 21:08:22 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 741
Ket: PMI graduation 2018 yang semuanya PRT
Foto: Theresia K
Singapura, LiputanBMI - Sebanyak 270 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang menjadi peserta pelatihan Development Program dinyatakan lulus dan berhak mendapat ijazah.

Acara kelulusan bagi 270 siswa peserta pelatihan yang semuanya berprofesi sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) itu digelar di Auditorium NTUC Singapura, Minggu (2/11/ 2018) dan turut disaksikan oleh para majikan mereka.

Development Program adalah organisasi sosial dibawah naungan Media Transformation Ministry, Ltd yang bekerjasama dengan Foreign Domestic Worker Association for Social Support and Training (FAST) dan Ciputra Entrepreneurship Centre (CEC) yang menyediakan kursus dan pelatihan bagi PMI di Singapura.

Program kursus yang ditawarkan antara lain kursus kewirausahaan, Bahasa Inggris, Komputer Skill, dan kursus pengembangan diri lainnya, seperti tata rias yang bekerjasama dengan Bank BNI (Singapore Branch) dan Sari Ayu Martha Tilaar.

Manager Development Group, Theresia Kurniawan sebagai penyelenggara pelatihan Development Program mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini dan mengimbau peserta yang telah lulus untuk tetap giat serta jangan pernah berputus asa.

"Selamat dan sukses untuk para lulusan. Tetap giat dan jangan putus asa. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan pelatihan sehingga berjalan dengan lancar," kata Theresia, Minggu (2/11) di Singapura.

Turut hadir dan memberi semangat para siswa antara lain, Sekretaris II Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Singapura, Marlisa Wahyuningsih Soepeno , Direktur FAST, William Chew dan Vice Chairwoman Martha Tilaar Group, Wulan Tilaar.

Hadir pula General Manager Bank BNI Singapore Branch, Rudy Sihombing, Presiden Ciputra Entrepreneurship Centre, Antonius Tanan dan Direktur Media Transformation Ministry, Ltd, Harun Lie serta Didi Yakub dari Migrant Workers Task Force Indonesia Diaspora Network United dan Komang Narendra dari Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia di Singapura.

Acara penerimaan ijazah kursus ini juga dimeriahkan oleh berbagai ajang pertunjukan seni yaitu seni tari, drama, dan musik angklung yang dimainkan oleh para siswa dan tutor.

Etik Mujiningrum, PMI asal Pekalongan yang sudah punya usaha pupuk organik di kampung halamannya dan saat ini masih menjadi PRT di Singapura mengatakan, banyak ilmu dan pengalaman yang dia dapat setelah mengikuti kelas pelatihan. Dia merasa lebih percaya diri, dan semakin tahu untuk memasarkan hasil pupuknya.

Senada dengan Etik, Sukempi, PMI asal Purworejo, Jawa Tengah juga mengaku sangat beruntung bisa bergabung dengan program ini. Sebagai ibu tunggal yang bekerja di Singapura untuk menghidupi kedua anaknya, dia merasa perlu mempersiapkan bekal untuk masa depannya kelak, karena tidak ingin berlama-lama meninggalkan anaknya.

Sementara Antonius Tanan dalam sambutannya menekankan pentingnya pelatihan seperti ini, karena tidak selamanya mereka menjadi pekerja migran dan akan ada saatnya mereka kembali ke Indonesia.

Wulan Tilaar mengaku terharu melihat perjuangan para wanita ini. Wulan mengatakan, pihaknya (PT Martha Tilaar) akan tetap mendukung pelatihan-pelatihan seperti skill kecantikan dan kesehatan agar bisa menjadi bekal bagi para PMI ketika kembali ke Indonesia nanti.

(FK/FK, 02/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki