Berita > Seputar TKI
Festival Belajar 2018 Dapat Sambutan Antusias Masyarakat Indonesia di Johor
26 Nov 2018 18:38:11 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 328
Ket: Festival Belajar 2018 di Johor Bahru
Foto: TFMW IDN-U/Didi Yakub
Johor Bahru, LiputanBMI - Festival Belajar 2018 yang digelar oleh Task Force Migrant Workers, Indonesian Diaspora Network-United (TFMW IDN-U) bersama Komunitas Wanita Indonesia Kawin Campur (Kowikacu), dan KJRI Johor Bahru mendapat sambutan antusias dari masyarakat Indonesia di Johor, Malaysia, Minggu (25/11/2018).

Dalam kegiatan yang dilangsungkan di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru dan dihadiri oleh sekitar 90 WNI ini berbagai presentasi baik diskusi maupun workshop digelar.

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi Keimigrasian dan Kewarganegaraan, sharing pengalaman purna PMI yang berhasil merintis bisnis di Indonesia, Internet Marketing, dan Photo Story menggunakan smartphone.

Koordinator TFMW IDN-U, Didi Yakub menjelaskan, acara ini bertujuan untuk terus memupuk semangat belajar di kalangan masyarakat diaspora Indonesia untuk memahami keterampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat.

“Ini acara yang pertama kali diadakan oleh TFMW di luar negeri. Kami saat ini sedang menjajaki untuk mengadakan acara yang sama di negara penempatan PMI lainnya,” katanya.

Konjen RI di Johor Bahru, Haris Nugroho dalam sambutannya saat membuka acara menyatakan dukungan penuhnya atas penyelenggaraan kegiatan ini. Konjen Haris berharap acara ini dapat berjalan setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda.

“Kegiatan ini sejalan dengan misi KJRI yang selama ini juga kerap menyelenggarakan kegiatan belajar mengembangkan ketrampilan untuk Pekerja Migran Indonesia,” kata Konjen Haris dalam sambutannya.

Sesi tentang keimigrasian dan kewarganegaraan oleh pejabat imigrasi KJRI Johor Bahru, I Gusti Bagus Mochammad Ibrahim juga sangat informatif terutama menyangkut status dwi kewarganegaraan.

Di Johor Bahru ada cukup banyak mayarakat Indonesia yang kawin campur. Mereka umumnya pasangan muda dengan anak-anak yang masih kecil.

Ketua Kowikacu, Ummai Ummairoh mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyampaikan informasi tentang dwi kewarganegaraan kepada anggotanya.

“Kami akan terus menyampaikan informasi tentang dwi kewarganegaraan kepada anggota kami dan menjangkau mereka yang barangkali belum mengetahui hal ini,” katanya.

Sementara dalam sharing tentang pengembangan kewirausahaan, Muhamad ‘Diko’ Shodiq yang pernah bekerja di Korea membagi pengalaman membangun pabrik kerupuk di kota asalnya, Malang. Selain itu Diko terus aktif merintis usaha lainnya seperti penganan kecil asal Korea yang akan segera di-launching.

Pembicara lainnya, yaitu Eni Gandasari, purna PMI asal Kebumen, Jawa Tengah pernah 15 tahun bekerja di luar negeri. Eni bercerita tentang pengalamannya mengembangkan bisnis dengan tekad yang kuat hingga akhirnya berhasil mengembangkan bisnis kopi Gandasari.

Dua workshop lainnya menampilkan Very Agung Madrianto yang bebagi tips tentang internet marketing di media social. Sesi terakhir diisi oleh Deni Agus Dwiyanto yang mempresentasikan teknik-teknik membuat foto yang baik menggunakan kamera smartphone.

(FK/FK, 26/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki