Berita > Seputar TKI
Majikan yang Siram Air Panas PMI di Hong Kong Divonis Penjara Satu Tahun
21 Nov 2018 17:14:05 WIB | Yully Agyl | dibaca 323
Ket: Gee Hoo Giok, majikan yang menyiram air panas Ismiati (kanan). Luka punggung Ismiati (kiri)
Foto: Apple Daily HK
Hongkong, LiputanBMI - Seorang wanita berusia 78 tahun dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda HKD 500 (USD 63) oleh Pengadilan Distrik di Wan Chai Hong Kong pada hari Senin (19/11/2018), karena menyiramkan air panas pada pekerja rumah tangga asal Indonesia yang baru dipekerjakan.

Terdakwa, Gee Hoo Giok, adalah wanita Tionghoa Indonesia yang tinggal di Hong Kong dan korbannya bernama Ismiati.

Setelah mengetahui keputusan pengadilan, Gee Hoo Giok menyanggah dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah melakukan perbuatan itu.
Tetapi Giok tetap dinyatakan bersalah atas satu tuduhan dengan sengaja telah menyebabkan luka fisik berat dan satu tuduhan melanggar Undang-Undang Kompensasi Karyawan awal bulan ini.

Sebelumnya, pengadilan mempelajari berkas perkara bahwa pekerja rumah tangga Indonesia Ismiati (29), direkrut melalui agen tenaga kerja pada 24 Januari 2017. Tetapi dia baru mulai bekerja pada 27 Maret 2017, dan sudah diberitahu bahwa suami majikannya telah meninggal pada malam sebelumnya.

Selama tiga hari bekerja, Ismiati selalu dimarahi, dikatai "bodoh," dan "lambat bekerja". Terdakwa juga selalu menyalahkan atas kematian suaminya karena Ismiati tidak datang lebih awal. Korban menjelaskan bahwa dia tidak dapat datang lebih awal karena harus mendapatkan visa terlebih dahulu.

Ismiati disiram air panas dari belakang ketika berada di dapur. Dia merasakan sakit di punggungnya dan berbalik, dia melihat Gee berdiri di hadapannya.
Walau memgalami cacat, kini keadaannya telah membaik.

Sebagaimana dilansir Apple Daily HK, Selasa (20/11), hakim mempertimbangkan usia terdakwa dan tidak adanya catatan kriminal sebelumnya. Dengan mengirimnya ke penjara selama satu tahun adalah satu-satunya hukuman yang cocok untuk apa yang dia lakukan.
(YLA/YLA, 21/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki